PEKANBARU, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meningkatkan kesiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Dalam sebulan terakhir, tim Pemadam Kebakaran PHR tercatat 14 kali turun tangan menangani Karhutla berdasarkan laporan masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
PHR Respons 14 Laporan Karhutla
General Manager Zona Rokan PHR Andre Wijanarko mengatakan perusahaan tidak hanya menjaga fasilitas operasional, tetapi juga membantu masyarakat ketika kebakaran muncul di sekitar wilayah kerja.
“Komitmen PHR dalam penanganan Karhutla dengan menerjunkan tim Pemadam Kebakaran untuk melakukan pemadaman baik itu untuk internal maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Andre.
Tim PHR menangani sejumlah titik kebakaran, antara lain di Perumahan Bukit Permata Sari, Rumbai pada 9 Agustus 2026, Jalan Rangau pada 14 Agustus, serta Jalan Sidorukun Ujung, Payung Sekaki pada 24 Agustus.

Sehari setelahnya, petugas kembali bergerak ke Jalan Rangau KM 7, Mandau. Sebagian besar laporan yang masuk berkaitan dengan kebakaran lahan semak kering.
Api Dekat Fasilitas Operasi Jadi Perhatian
PHR juga memberi perhatian khusus terhadap titik api yang berada di sekitar fasilitas operasi. Kecepatan penanganan menjadi penting agar kobaran api tidak menjalar dan mengganggu kegiatan operasional.
“Kecepatan respons tim Pemadam Kebakaran dalam menangani Karhutla menjadi komitmen dalam memberikan rasa aman bagi Perusahaan maupun Masyarakat sekitar wilayah operasi,” tegas Andre.
PHR mengelola Zona Rokan seluas sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Riau. Wilayah tersebut mencakup 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul.
Selain menjaga produksi minyak dan gas, PHR menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta lingkungan. (***)
Leave a comment