JAKARTA, situsenergi.com
PT Elnusa Tbk (ELSA) makin agresif mencari sumber pertumbuhan di luar ekosistem Pertamina. Perusahaan jasa energi terintegrasi itu memperluas pasar non-captive dan merambah sektor lintas industri dengan mengandalkan teknologi, aset, serta pengalaman lebih dari 50 tahun.
Hingga Semester I 2026, pelanggan pihak ketiga menyumbang sekitar 22% pendapatan usaha Elnusa. Pada periode yang sama, perusahaan juga mengantongi carry forward contracts senilai Rp18,8 triliun sebagai basis pekerjaan yang akan dieksekusi sesuai kontrak.
Elnusa Mulai Bidik Industri di Luar Migas
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan pengalaman panjang di industri energi menjadi modal untuk memperluas persaingan ke pasar eksternal.
“Operational excellence yang kami bangun selama puluhan tahun tidak hanya menjadi kekuatan untuk melayani Pertamina Group, tetapi juga memberikan landasan bagi Elnusa untuk bersaing dan tumbuh di pasar eksternal,” ujar Rustam.
Salah satu contohnya datang dari bisnis seismic & geoscience. Elnusa kini membawa kemampuan pemetaan bawah permukaan yang sebelumnya banyak digunakan untuk eksplorasi migas ke sektor pertambangan batu bara.
Elnusa mendapat kepercayaan dari Bayan Group untuk mengerjakan survei seismik. Langkah tersebut menunjukkan kemampuan teknis perusahaan dapat diterapkan pada kebutuhan industri di luar migas.
Peluang ekspansi juga terbuka dari pelanggan hulu migas non-Pertamina. Kepercayaan tersebut memperkuat rekam jejak Elnusa dalam menggarap proyek dengan tingkat kompleksitas teknis dan operasional tinggi.
Bisnis Elnusa Makin Beragam
Elnusa memiliki kapabilitas yang mencakup seismic & geoscience, drilling dan well services, production services, engineering dan EPC, fabrikasi, marine support, hingga logistics and distribution services.
Dengan portofolio tersebut, Elnusa dapat menawarkan solusi lintas layanan sekaligus membuka peluang cross-selling di dalam Elnusa Group. Perusahaan juga terus mendorong inovasi agar menghasilkan produktivitas, efisiensi, dan peluang komersial baru.
Strategi tersebut ikut menopang kinerja perusahaan. Pada Semester I 2026, Elnusa mencatat pendapatan Rp7,58 triliun, naik 8,9% secara tahunan, sementara laba bersih melonjak 29,2% menjadi Rp435 miliar.
“Ke depan, kami melihat ruang pertumbuhan Elnusa tidak hanya berasal dari peningkatan aktivitas industri hulu migas, tetapi juga dari kemampuan memperluas pasar, mengembangkan teknologi dan mengoptimalkan sinergi seluruh kapabilitas Elnusa Group,” kata Rustam.

Elnusa akan menjalankan ekspansi secara selektif dengan tetap menjaga profitabilitas, risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. (*)
Leave a comment