Jembrana, Situsenergi.com
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Bali. Program ini menjadi langkah besar pemerintah untuk mempercepat swasembada energi melalui energi baru terbarukan (EBT).
Pada tahap awal, pemerintah menggarap 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 MWp di berbagai wilayah Indonesia. PLN siap mengawal pengembangan proyek tersebut agar terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional.
“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Investasi PLTS 100 GWp Tembus Rp1.140 Triliun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut program ini membutuhkan investasi sekitar US$71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun. Proyek tersebut juga berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja.
Pemerintah mengembangkan program melalui delapan skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pembangkit untuk kawasan industri dan daerah 3T.

Selain membuka lapangan kerja, PLTS 100 GWp diproyeksikan menekan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun. Nilai ekonomi karbonnya mencapai sekitar Rp6,31 triliun.
“Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun,” ujar Bahlil.
Khusus Bali, PLN bersama pemerintah daerah menyiapkan lima klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp. Proyek itu mendapat dukungan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh untuk memperkuat keandalan sistem listrik. (*)
Leave a comment