Cilegon, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat pengawasan operasional Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem, Cilegon, Banten. Fasilitas ini menjadi salah satu titik penting distribusi energi di jalur penghubung Jawa dan Sumatra.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke terminal tersebut pada 29 Juli 2026. Kunjungan itu bertujuan memastikan operasional berjalan aman, andal, serta memenuhi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
FT Tanjung Gerem telah beroperasi sejak 1996. Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 120 ribu kiloliter dan tiga jetty untuk mendukung penerimaan serta penyaluran BBM.
Iriawan meninjau area penerimaan dan distribusi BBM, tangki penyimpanan, hingga fasilitas keselamatan dan tanggap darurat. Ia juga menekankan penguatan tata kelola, pengendalian losses, pemanfaatan teknologi, serta pengaturan lalu lintas mobil tangki agar aktivitas masyarakat tetap aman.

Selain aspek operasional, Pertamina juga menjalankan program sosial dan lingkungan di sekitar terminal. Program 2026 mencakup ketahanan pangan melalui PRI MAPAN, pemberdayaan UMKM Gerogol, pelestarian pesisir Banten, serta kemitraan dengan nelayan.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pengawasan langsung menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan fasilitas distribusi energi.
“Keandalan distribusi energi dibangun dari kesiapan setiap fasilitas operasional Pertamina. Melalui Management Walkthrough, jajaran manajemen memastikan penerapan HSSE, keunggulan operasional, dan tata kelola perusahaan berjalan secara konsisten,” ujar Baron.

Pertamina menilai penguatan operasional perlu berjalan beriringan dengan keselamatan, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG. (*)
Leave a comment