Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat dukungan terhadap percepatan pengelolaan sampah nasional melalui Proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL). Perusahaan akan berperan sebagai anchor off taker dalam proyek PSEL di kawasan Kertamantul yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan keterlibatan Pertamina menunjukkan daya saing perusahaan dalam menghadirkan solusi energi sekaligus menjawab tantangan lingkungan.
“Pertamina menjadi salah satu dari sekian banyak perusahaan yang terlibat dalam program PSEL ini dengan bersaing bersama perusahaan-perusahaan swasta besar nasional maupun internasional,” ujar Agung dalam forum Waste to Energy Talks.
Agung menjelaskan kawasan Kertamantul menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari. Seluruh timbulan sampah tersebut akan diolah menggunakan teknologi insinerator untuk menghasilkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Koordinator Nasional sekaligus Ketua Program Waste to Energy, Zulkifli Hasan, menyebut penanganan sampah menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, Indonesia menargetkan mampu menyelesaikan sekitar 80 persen persoalan sampah nasional pada 2029.
“Fokus kami adalah memastikan hambatan regulasi dapat diselesaikan sehingga proyek Waste to Energy dapat segera direalisasikan di berbagai daerah,” kata Zulkifli.

Pertamina menegaskan proyek PSEL juga menjadi bagian dari Dual Growth Strategy perusahaan sekaligus bentuk sinergi BUMN bersama PLN untuk mendukung ketahanan energi nasional. (*)
Leave a comment