Batang, situsenergi.com
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Batang. Program ini menggabungkan budidaya padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut untuk meningkatkan produktivitas lahan pesisir.
Peluncuran program ditandai dengan pelepasan 10 ribu benih ikan nila salin serta penanaman benih padi biosalin di lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola kelompok tani setempat.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai program tersebut mampu mengubah lahan salin menjadi kawasan produktif yang bernilai ekonomi tinggi.

“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif,”* ujarnya.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan program CSR itu menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi pertanian dan perikanan terpadu.
“Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,”* kata Fajriyah.

PGN menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektare. Program ini juga akan diperkuat dengan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi abrasi pantai. (*)
Leave a comment