Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memperkuat strategi diplomasi dan keberlanjutan bisnis internasional melalui Global CSR & Stakeholder Diplomacy Forum 2026 di Ubud, Bali. Langkah ini diambil untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang sekaligus menjaga kelancaran operasi migas di luar negeri.

Forum yang berlangsung pada 8-11 Juni 2026 itu mempertemukan manajemen PIEP dengan para duta besar dan pejabat Kementerian Luar Negeri RI guna membahas pendekatan Government-to-Government (G2G), strategi bisnis, serta penguatan program CSR di negara-negara operasi perusahaan.
Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan bisnis dan tanggung jawab sosial dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, dukungan diplomasi menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasi Pertamina di tingkat internasional.
Dalam forum itu, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, mendorong penerapan strategi smart de-risking melalui diversifikasi pasar, investasi, dan teknologi guna merespons perubahan geopolitik dan geoekonomi global.

PIEP yang saat ini beroperasi di 10 negara berharap forum tersebut mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, meningkatkan efektivitas program CSR internasional, membuka peluang bisnis baru, serta memperkokoh license to operate perusahaan di tengah tantangan industri energi global yang semakin dinamis. (***)
Leave a comment