Tangerang Selatan, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi rendah karbon di ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Komitmen itu disampaikan Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, saat menerima kunjungan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di booth PHE. Menurut Whisnu, PHE saat ini menyumbang 65 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Whisnu.
Sepanjang 2025, PHE mencatat produksi minyak mencapai 556 ribu barel per hari dan produksi gas 2,75 miliar standar kaki kubik per hari. Kinerja itu ditopang 887 pengeboran sumur pengembangan, 37.266 well service, dan 1.288 kegiatan workover.
Selain menjaga produksi migas, PHE juga mempercepat program transisi energi melalui proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS). Hingga 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.

PHE juga mencatat penurunan emisi karbon sebesar 1,61 juta ton CO2e serta mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”. Perusahaan menjalankan lebih dari 808 program CSR sebagai bagian strategi keberlanjutan.
“Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional,” kata Whisnu.
Ke depan, PHE menyiapkan sejumlah proyek strategis, mulai dari pengembangan Blok Lavender di Natuna Timur hingga proyek migas non konvensional di Wilayah Kerja Rokan. Perusahaan juga mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran dan pengelolaan aset migas. (*)
Leave a comment