Jakarta, situsenergi.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) dengan meningkatkan pasokan biomassa untuk cofiring di PLTU. Perusahaan menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal guna memperkuat rantai pasok berbasis desa.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pihaknya membidik pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton pada 2026. Target ini meningkat signifikan dibanding realisasi 2,4 juta ton pada 2025 dan akan disalurkan ke 52 PLTU di seluruh Indonesia.
“Target ini butuh kolaborasi multipihak. Desa memegang peran kunci karena sumber biomassa ada di pedesaan,” ujar Hokkop, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, program cofiring biomassa tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Limbah pertanian dan kehutanan yang sebelumnya tidak bernilai kini berubah menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Limbah yang dulu tak bernilai kini bisa menjadi pendapatan baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria. Ia menekankan pentingnya pemetaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), khususnya di sekitar PLTU, untuk memastikan pasokan biomassa berjalan stabil dan berkelanjutan.
“Kita perlu merencanakan empat tahun ke depan, desa mana saja yang bisa dilibatkan,” kata Ahmad Riza Patria.
Ia juga menyoroti pentingnya identifikasi potensi limbah biomassa di desa ring-1 PLTU. Langkah ini dinilai krusial agar program cofiring berjalan efektif sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Kolaborasi antara PLN EPI dan pemerintah desa menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih. Selain membantu mencapai target NZE nasional, sinergi ini juga menciptakan model ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat secara langsung. (DIN/GIT)
Leave a comment