Jakarta, situsenergi.com
PT Guna Darma Integra (GDI), anak usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, resmi memulai pembangunan proyek pembangkit listrik berkapasitas 680 megawatt di Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Maluku Utara. Proyek bernilai sekitar USD600 juta atau setara Rp10 triliun ini menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Manajemen Petrindo menggelar prosesi peletakan batu pertama bersama pemegang saham, kontraktor, serta perwakilan perbankan yang mendukung pembiayaan proyek. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai dimulainya fase konstruksi infrastruktur energi strategis di kawasan industri terintegrasi tersebut.
Direktur Utama Petrindo, Michael, menegaskan bahwa proyek pembangkit listrik ini tidak sekadar berorientasi pada bisnis energi. Perusahaan menempatkan proyek ini sebagai fondasi untuk mendukung transformasi industri nasional, khususnya hilirisasi mineral yang menjadi agenda utama pemerintah.
Menurut Michael, pembangunan pembangkit listrik di kawasan FHT Industrial Park memperkuat peran Petrindo dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mendorong peningkatan nilai tambah sektor energi dan industri nikel di dalam negeri.
Sebagai perusahaan holding, Petrindo menjalankan portofolio usaha yang terdiversifikasi. Bisnis pertambangan mencakup batubara termal, batubara metalurgi, dan emas. Di sisi lain, perusahaan juga mengembangkan jasa pertambangan melalui kontrak terintegrasi dan EPC, serta memperluas bisnis infrastruktur dan layanan pendukung, termasuk pembangkit listrik.

Dengan dimulainya proyek ini, Petrindo memperkuat posisinya dalam rantai nilai energi dan industri berbasis sumber daya alam. Proyek pembangkit listrik tersebut diharapkan menjadi penopang penting bagi aktivitas industri di kawasan FHT sekaligus mendukung percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. (DIN/GIT)
Leave a comment