Aceh, situsenergi.com
PT PLN (Persero) tancap gas memulihkan pasokan listrik di Aceh pascabencana. Hingga awal Januari 2026, masih ada 176 desa yang belum kembali terang dari total sekitar 6.500 desa di seluruh provinsi. Tantangan terbesar datang dari medan berat dan akses jalan yang terputus, sehingga mobilisasi personel serta material tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.
PLN tetap bergerak bertahap ke wilayah-wilayah terisolir. Sebarannya meliputi 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, 6 desa di Aceh Tamiang, 2 desa di Bireuen, serta masing-masing 1 desa di Aceh Utara dan Aceh Barat.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyebut perjuangan petugas PLN di lapangan bukan hal mudah.
“Saya melihat langsung bagaimana petugas PLN membawa material menembus lumpur menuju Desa Uring, Kecamatan Pining. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Suhaidi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, perusahaan tidak akan berhenti sebelum seluruh warga kembali menikmati listrik secara andal.
“Tidak ada warga yang boleh tertinggal dalam gelap. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apa pun agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat pulih,” tegas Darmawan.
Menurutnya, percepatan pemulihan berjalan lewat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat agar akses ke lokasi terdampak bisa segera terbuka.
Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, mengatakan tim telah memetakan titik-titik krusial sebagai prioritas.
“Sebanyak 176 desa belum menyala karena akses masih diperbaiki. Namun tim kami siaga di posko terdekat dan siap bergerak begitu kondisi memungkinkan,” jelasnya.

PLN memastikan seluruh pekerjaan tetap mengedepankan keselamatan kerja, sekaligus menjaga ritme pemulihan agar listrik Aceh segera kembali normal. (*)
Leave a comment