Jakarta, situsenergi.com
Air bah yang menerjang Aceh Tamiang tak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengancam kelangsungan operasi vital energi nasional! PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak usaha Pertamina, langsung merespons cepat. Mereka tak mau ambil risiko membiarkan kru rig terisolasi dan pekerjaan pemboran terhenti.
Dipimpin langsung oleh VP Operation Support Muhammad Irwan, tim gabungan HSSE, Operasi, dan Humas PDSI melancarkan operasi logistik darurat. Caranya? Menembus lokasi terdampak menggunakan kapal!
Bantuan ini ditujukan ke jantung operasi mereka di Kecamatan Seuruway, lokasi di mana Rig PDSI#19.1/LTO350-M tengah bekerja keras mengerjakan Sumur P-412 di Lapangan Rantau, wilayah kerja Pertamina EP Asset 1.
Bukan Cuma Penyelamatan Kru, Tapi Juga Warga!
Bantuan tahap pertama yang berhasil disalurkan pada 2 Desember 2025 itu berupa survival kit cepat saji: mi instan, air mineral, makanan ringan, dan makanan siap saji. Pasokan ini sangat krusial untuk menjamin kebutuhan kru rig yang sempat terisolasi.
Namun, komitmen PDSI tidak berhenti di sana. Mereka juga langsung menyalurkan sembako bagi warga sekitar dan aktif mendukung pendirian posko bantuan di lokasi. Ini menunjukkan bahwa PDSI hadir bukan hanya sebagai operator, tetapi juga bagian dari komunitas.
VP Operation Support Muhammad Irwan memastikan bahwa ini hanyalah permulaan.
”Bantuan ini merupakan tahap awal untuk menjamin keberlangsungan operasi pengeboran tetap aman dan terkendali. Pertamina Drilling memastikan bantuan lanjutan akan terus diberikan,” tegas Irawan, Kamis (4/12/2025).
Direktur Utama PDSI: Disiplin Keselamatan Harus Jadi Prioritas Utama!
Aksi cepat dan berani ini mendapat dukungan penuh dari pucuk pimpinan. Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menegaskan bahwa pekerjaan harus tetap berjalan, tetapi keselamatan adalah kunci mutlak.

”Kami memastikan kru dan masyarakat sekitar mendapat dukungan yang dibutuhkan,” kata Avep.
Langkah PDSI ini mengirimkan sinyal kuat ke pasar: Operasi pengeboran tidak akan berhenti, bahkan saat bencana menerjang. Mereka menunjukkan komitmen ganda—menjaga kelancaran operasi di tengah krisis sekaligus hadir membantu masyarakat terdampak. PDSI membuktikan diri, di tengah banjir, mereka tetap bergerak demi energi dan kemanusiaan! (DIN/GIT)
Leave a comment