Home MIGAS Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Energy Watch Indonesia Desak Pemerintah Usut Tuntas
MIGAS

Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Energy Watch Indonesia Desak Pemerintah Usut Tuntas

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kelangkaan BBM di SPBU swasta bikin banyak orang resah. Bagaimana tidak, sejumlah SPBU seperti Shell dan BP di Jakarta terpantau kehabisan stok hingga konsumen harus berpindah ke SPBU Pertamina. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya?

Energy Watch Indonesia Soroti Kosongnya BBM

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, menilai kelangkaan BBM di SPBU swasta bukan masalah sepele. Menurutnya, keberadaan SPBU swasta juga menjadi penyangga energi nasional.

“Ya tentu kita menyayangkan ya, menyayangkan sekali ketika BBM yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian bangsa di beberapa SPBU swasta ini kosong dan tidak ada,” kata Ferdinand kepada situsenergi.com, saat dihubungi pada Rabu (27/8/2025).

Ia menegaskan, jika stok BBM swasta kosong dalam waktu lama, akan ada gangguan besar di lapangan. Karena itu, penyebabnya harus segera ditelusuri.

Dugaan Terkait Izin Impor BBM

Ferdinand menyebut isu kelangkaan BBM di SPBU swasta kerap dikaitkan dengan izin impor yang dipersulit. “Apakah memang benar izin impornya dipersulit dari Kementerian ESDM, Perindustrian, dan Perdagangan? Ini perlu ditelusuri,” ujarnya.

Namun, ia juga menekankan perlunya audit menyeluruh. Jika ternyata tidak ada masalah izin impor, bisa jadi persoalan muncul dari kelalaian atau kesengajaan pihak SPBU swasta yang tidak memenuhi kewajibannya.

“Jadi saya berharap persoalan kosongnya BBM ini tidak hanya dilihat sepintas, tapi harus diselidiki. Jangan sampai ini bagian dari skenario untuk menciptakan situasi tidak kondusif di lapangan,” tegas Ferdinand.

Pemerintah Pastikan Pasokan Nasional Aman

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan kelangkaan BBM di SPBU swasta bukan akibat pembatasan izin impor. “Bukan karena pembatasan izin impor BBM,” katanya usai menghadiri Indonesia Summit 2025 di Jakarta.

Yuliot menambahkan, Kementerian ESDM sudah melakukan evaluasi pasokan BBM nasional bersama kementerian terkait. Menurutnya, kebutuhan energi masyarakat akan tetap terjamin meski ada SPBU swasta yang kosong.

“Secara nasional, pasokan BBM kita aman. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kebutuhan energi bisa terpenuhi,” jelasnya.

Desakan Audit dan Solusi Cepat

Ferdinand menegaskan pemerintah harus segera turun tangan dengan audit menyeluruh terhadap SPBU swasta yang kehabisan BBM. Ia khawatir jika dibiarkan, kondisi ini bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk menimbulkan keresahan.

“Meskipun ada Pertamina yang masih memenuhi kebutuhan masyarakat, persoalan di SPBU swasta tidak boleh diabaikan. Harus ada penyelidikan yang tuntas apa penyebabnya,” pungkasnya. (GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli 2026, Tabung 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Bright Gas yang...

PHR Zona 4 Genjot Produksi Migas, Semester I 2026 Capai 27.500 BOPD

Prabumulih, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi 27.500...

Pertamina Drilling Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Bidik Produksi 65 Barel Minyak per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas layanan hulu...

PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo, Kapasitas Gardu Naik Jadi 24,5 MVA untuk Dukung Produksi Migas

Libo, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan...