Home MIGAS Peneliti Indef: Sudah Saatnya Harga BBM Pertamax Series Dinaikkan
MIGAS

Peneliti Indef: Sudah Saatnya Harga BBM Pertamax Series Dinaikkan

Share
Peneliti Indef: Sudah Saatnya Harga BBM Pertamax Series Dinaikkan
Share

Jakarta, situsenergi.com

Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menyatakan sudah saatnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina seperti Pertamax series dinaikkan.

Pasalnya, kata Tauhid, sudah lama Pertamina menahan harga Pertamax series, meski tekanan harga minyak dunia tinggi akibat konflik Timur Tengah. Ironisnya, di sisi lain SPBU swasta sudah beberapa kali menaikkan harga BBM.

“Selain itu, kondisi saat ini juga masih berat, termasuk nilai tukar yang berada pada kisaran Rp16.000/dolar AS atau naik sekitar 5 persen. Jadi Pertamina memang layak menaikkan harga BBM non subsidi, yang penting kenaikannya tidak memberatkan masyarakat,” kata Tauhid dalam keterangannya yang dikutup, Rabu (29/7).

Menurut Tauhid, komposisi terbesar dalam menentukan harga BBM adalah harga ICP karena merupakan bahan baku. Jadi kalau harga ICP lebih tinggi dibanding nilai tukar maka harga ICP yang dominan menentukan harga BBM tersebut.

“Kalau keduanya bergerak naik (nilai tukar dan ICP), maka mempercepat penyesuaian harga BBM,” katanya.

Sebelumnya Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan sejenisnya memang mengikuti pergerakan harga di pasar, oleh karena itu perusahaan bisa menyesuaikan lebih fleksibel.

Seperti diketahui, harga Pertamax dan sejenisnya tidak berubah sejak Februari 2024 meski harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Saat ini, harga jual Pertamax series jauh di bawah BBM SPBU swasta, seperti Shell, Vivo dan BP. Untuk RON 92, pada Juli 2024, Pertamina menjual Pertamax Rp 12.950/liter. Sedangkan Super Shell Rp 13.810/liter, Revvo 92 (produk Vivo) Rp 13.600/liter, dan BP 92 Rp 13.450/liter.

Sementara RON 95, harga jual BBM Pertamina (Pertamax Green) adalah Rp13.900/liter. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Shell V Power) dan BP Ultimate (produk BP), masing-masing Rp 14.700/liter. Begitu juga dengan Revvo 95 (dari Vivo) yang dijual Rp 14.500/liter.

Sementara untuk RON 98, Pertamax Turbo dijual Rp 14.400/liter. Harga tersebut jauh di bawah produk Shell, yaitu V Power Nitro yang dijual Rp 14.930/liter.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Bongkar Kinerja 2025! Produksi Migas Tembus 157 Ribu BOEPD, Laba Nyaris USD 900 Juta

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memamerkan sederet capaian penting sepanjang...

Sumur GNK-PD28 Lampaui Target, Pertamina Drilling Catat Produksi hingga 2.184 Barel per Hari

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatat capaian baru melalui...

Produksi Migas PHI Lampaui Target RKAP 2025, Catat Rekor Tertinggi dalam Lima Tahun

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja produksi minyak dan...

Iriawan Ingatkan Pertamina Waspadai Risiko Global, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Jakarta, Situsenergi.com Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meminta seluruh lini...