Home MINERBA PTBA: Reklamasi Pascatambang Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat Sekitar Tambang
MINERBA

PTBA: Reklamasi Pascatambang Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat Sekitar Tambang

Share
PTBA: Reklamasi Pascatambang Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat Sekitar Tambang
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Bukit Asam (BA) Tbk berupaya menghilangkan stigma bahwa kegiatan pertambangan merupakan perusakan alam dengan melakukan kegiatan-kegiatan pemulihan alam serta masyarakat yang ada di wilayah tambang.

General Manager PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon mengatakan, pada kegiatan pemulihan alam, PT BA melakukan upaya reklamasi bekas tambang untuk ditanami (reforestasi) berbagai jenis pohon lokal serta melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan.

“Kegiatan pascatambang berbasis ekonomi di Ombilin setelah berhentinya masa beroperasi pada 2019 lalu meliputi zona perlindungan satwa, zona budidaya, dan zona pemanfaatan,” kata Yulfaizon dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis (25/1).

Menurut dia, kegiatan reklamasi dan pascatambang di situs tambang batu bara Ombilin, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian secara berkelanjutan.

“Reklamasi dan pascatambang pada unit Ombilin dapat memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dalam menopang peningkatan perekonomian keluarga secara berkelanjutan,” kata Yulfaizon.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa zona perlindungan satwa meliputi Kebun Binatang seluas 3 hektare yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kemudian zona budidaya meliputi tanaman buah, peternakan, kolam ikan, hingga agroforestry dengan luas area sekitar 6,5 hektare. Selanjutnya zona pemanfaatan untuk destinasi wisata, sarana olahraga, sarana budaya, dan pendidikan

“Ini menjadi contoh pelaksanaan pascatambang secara nasional. Aset-aset ini dapat memberikan nilai tambah dan peningkatan perekonomian yang signifikan untuk kehidupan masyarakat di Sawahlunto,” ujarnya.

Selain aspek lingkungan dan ekonomi, lanjut dia, kegiatan pascatambang yang dilakukan PT BA juga menekankan pada aspek pendidikan melalui sarana dan fasilitas studi tambang batubara bawah tanah.

Lebih lanjut Yulfaizon mengungkapkan, situs tambang batubara di Ombilin telah masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto pada tahun 2019 silam.

Meski saat ini tidak ada lagi kegiatan operasional pertambangan, situs Ombilin terus memberikan kontribusi untuk Sawahlunto hingga menjadi warisan budaya dunia.

Lubang tambang batu bara yang dulu menjadi lokasi penambangan batubara bawah tanah, kini diubah menjadi Lubang Pendidikan, yaitu pada lubang tambang Sawahluwung.

“Di Lubang Pendidikan ini, masyarakat dapat melihat dan mempelajari proses penambangan batubara bawah tanah,” ujarnya

Ia menambahkan, beberapa universitas kerap mengunjungi Lubang Pendidikan ini untuk mempelajari proses penambangan batubara bawah tanah.

“Tentunya ini menjadi hal yang baru juga untuk Sawahlunto dalam mendatangkan wisatawan mancanegara maupun dalam negeri. Ini sebagai pendukung kota warisan dunia,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

APNI Dukung Aturan Baru HPM, Harga Nikel Dinilai Makin Transparan dan Adil

Jakarta, Situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut positif Keputusan Menteri ESDM...

PTBA Patok Target Jumbo 49,5 Juta Ton, Siap Gebrak Pasar Spanyol Hingga Rumania

​Jakarta, Situsenergi.com Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk...

Penjualan Batubara Dongkrak Kinerja RMK Energy 2025, Laba Tembus Rp245 Miliar

Jakarta, situsenergi.com PT RMK Energy Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan...

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...