Home ENERGI Harga Minyak Dunia dan Rupiah Penyebab Naiknya Harga Pertalite
ENERGI

Harga Minyak Dunia dan Rupiah Penyebab Naiknya Harga Pertalite

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga terhadap bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dilakukan untuk BBM jenis pertalite yang mengalami kenaikan Rp 200 per liter.

External Communication Manager Pertamina Arya Paramita mengatakan, penyesuaian harga BBM jenis Pertalite merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dan pada saat bersamaan nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar Amerika. “Iya ada penyesuaian harga Rp 200 per liter,” katanya saat dihubungi situsenergy.com, via telepon selulernya, Sabtu (24/3).

Ia mengatakan, faktor kenaikan harga minyak dunia dan rupiah yang menjadi penentu naiknya harga BBM. “Saat ini harga minyak mentah sudah hampir menyentuh angka US$ 65 per barel, selain itu nilai rupiah juga menunjukkan kecenderungan melemah,” tukasnya.

Menurut dia, Pertamina sudah berupaya untuk bisa bertahan dengan harga yang berlaku saat ini agar masyarakat tidak terlalu berat. Namun harga bahan baku yang meningkat tajam, mengharuskan kenaikan harga BBM pada konsumen akhir.

“Ini pilihan paling berat, tapi kami tetap mempertimbangkan konsumen, dengan memberikan BBM berkualitas terbaik dengan harga terbaik di kelasnya,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, keputusan untuk menyesuaikan harga bukan hanya tindakan yang dilakukan Pertamina tetapi juga dilakukan oleh badan usaha sejenis. “Namun kami tetap berupaya memberikan harga terbaik bagi konsumen setia produk BBM Pertamina,” pungkasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...