Home MIGAS Pemerintah Optimis Tingkatkan Produksi Migas
MIGAS

Pemerintah Optimis Tingkatkan Produksi Migas

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Realisasi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) pada triwulan pertama tahun 2023 ini tercatat masih menemukan tantangan.

Direktur Pembinaan Program Migas yang diwakili Koordinator Penerimaan Negara dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Minyak dan Gas Bumi, Heru Windiarto mengatakan kinerja kegiatan usaha hulu migas Triwulan I tahun 2023 (periode Januari s.d. Maret 2023), secara nasional realisasi lifting minyak bumi rata-rata sebesar 590,41 MBOPD atau mencapai 89%, realisasi lifting gas bumi sebesar 936,15 MBOEPD atau mencapai 85%.

Sedangkan realisasi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 77,54 per barel, atau mencapai 86% dibanding target sebesar US$ 90 per barel.

“Sampai dengan Triwulan I tahun 2023 pencapaian target lifting migas masih menghadapi banyak kendala di lapangan, baik kendala operasi, kegiatan pengembangan maupun kendala non teknis lainnya sehingga koordinasi yang telah berjalan selama ini antara seluruh pemangku kepentingan termasuk daerah penghasil migas seluruh Indonesia diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan lifting migas pada periode berikutnya,” papar Heru dalam pernyataannya dikutip Senin, (29/05/2023).

Namun demikian, katadia, pihaknya tetap optimis karena Ditjen Migas Kementerian ESDM bersama dengan SKK Migas, BPMA dan seluruh KKKS senantiasa berusaha untuk dapat mempertahankan dan atau meningkatkan produksi migas pada tahun-tahun berikutnya.

“Dengan program ekplorasi dan program lainnya yang diupayakan untuk mencapai 1 juta barel di tahun 2030, dengan kondisi variable-variabel lainnya bagus sesuai target, maka dimungkinkan mencapai target di tahun 2023, “ujar Heru optimis.
Dikatakannya, langkah-langkah yang tengah dilakukan Ditjen Migas seperti melakukan percepatan pengembangan lapangan baru, percepatan produksi di lapangan-lapangan baru dan lama, optimalisasi perolehan minyak dari cadangan minyak yang ada pada lapangan-lapangan yang telah beroperasi melalui peningkatan manajemen cadangan minyak.

“Upaya lainnya yakni meningkatkan kehandalan fasilitasi produksi dan sarana penunjang, untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan frekuensi unplaned shutdown sehingga dapat menurunkan kehilangan peluang produksi minyak,” kata dia.

Heru juga menegaskan bahwa Pemerintah bersama para pihak juga terus mengupayakan peningkatan cadangan melalui kegiatan eksplorasi dan penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR).

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

“Peran serta dari Bapak Ibu di Pemda dalam hal formalitas, dalam hal pengondisian di masyarakat terutama dalam operaisonal kegiatan di lapangan, perlu koordinasi dan komunikasinya, “ pungkas Heru.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...

Astrindo Gandeng IKD, Distribusi Gas ke Mini LNG Plant Jadi Senjata Baru Ekspansi LNG

Jakarta, Situsenergi.com Langkah agresif di sektor LNG kembali ditunjukkan PT Astrindo Nusantara...

Gas Alam untuk Industri Dalam Negeri Makin Kritis, Puskepi Minta Prabowo Negosiasi Ulang Ekspor

Jakarta, situsenergi.com Kebutuhan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri kini memasuki...