Home MIGAS Manajemen Astra Tunggu Keputusan ESDM Soal Semburan Api Di Rest Area Cipali
MIGAS

Manajemen Astra Tunggu Keputusan ESDM Soal Semburan Api Di Rest Area Cipali

Share
manajemen astra tunggu keputusan esdm soal semburan api di rest area cipali
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Sudah lebih dari dua pekan, semburan api di rest area tol Cipali 86 B masih belum bisa dipadamkan hingga saat ini. PT Astra Tol Cipali selaku pengelola mengakui bahwa pihaknya masih belum tahu cara memadamkan api tersebut.

Traffic and Security Management Departement Head PT Astra Tol Cipali, Prayogi Setyo Pratomo mengatakan pihaknya mengandalkan keahlian dari para pakar terutama dari Kementerian ESDM dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang Jawa Barat.

“Kami tak ada keahlian pemadaman, kami berdiri di balik para ahli sehingga kami intens berkoordinasikan dengan ESDM wilayah termasuk BPBD,” ujar Prayogi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/5/2023).

Demi keamanan bersama, rest area tersebut kini telah dikosongkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dia berharap Minggu depan sudah ada progres yang positif terkait dengan upaya penanganan semburan api tersebut.

“Kami lokalisir rest area tersebut agar tidak digunakan dulu sementara. Para tenant juga sudah meninggalkan lokasi tersebut,” sambungnya.

Informasi yang diterima sementara ini bahwa ada dua skema yang mungkin akan dilakukan oleh ESDM atau BPBD yaitu memadamkan atau mengalihkan semburan api tersebut. Terkait keputusannya, pihak Astra mengikuti para pakar.

Kardaya Warnika: Reformasi Subsidi BBM Harus Utamakan Stok

“Terkait dengan ESDM dan BPBD masih cari cara untuk mengalihkan tapi tidak memadamkan. Teknisnya masih dibicarakan. Kami menunggu dan berkoordinasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap kemungkinan penyebab terjadinya semburan gas disertai api di Rest Area Cipali KM 86B, Subang, Jawa Barat adalah gas biogenik. Pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap fenomena tersebut.
“Semburan gas pada lokasi Rest Area KM 86B kemungkinan besar berasal dari gas biogenik formasi Cisubuh berumur pliocene-pleistocene,” kata Penyelidik Bumi Badan Geologi Iwan Sukma Gumilar. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PGE Borong Penghargaan Tertinggi IRCA 2026, Bukti Tata Kelola Energi Hijau Makin Solid

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencuri perhatian setelah...

PHE Teken Dua PJBG di IPA Convex 2026, Pasokan Gas untuk Industri Dijaga hingga 2030

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Eneri (PHE) melalui PT Pertamina EP menandatangani...

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Irak

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) resmi menjalin kerja...

Iduladha 2026, Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Group menyalurkan lebih dari 4.400 hewan kurban pada perayaan...