Home MIGAS Usung Teknologi Vibroseismic, Elnusa Raih Juara Pertama Di Festival EOR
MIGAS

Usung Teknologi Vibroseismic, Elnusa Raih Juara Pertama Di Festival EOR

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Elnusa Tbk (Elnusa) memenangkan posisi pertama dalam ajang Festival EOR 2022. 

Festival ini merupakan ajang pengakuan dari pemerintah dan industri migas nasional kepada K3S dan technology provider atas upaya-upaya yang telah dilakukan dalam implementasi teknologi EOR (enhanced oil recovery). Kegiatan yang dapat disertakan dalam festival ini adalah kegiatan implementasi EOR yang telah berhasil dilaksanakan baik pada skala laboratorium maupun pada skala lapangan.

Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Ratih Esti Prihatini mengatakan pada gelaran festival EOR ini, Elnusa dan URTI sepakat mendaftarkan Vibrosesimic EOR sebagai salah satu implementasi teknologi EOR yang pantas untuk mendapatkan pengakuan dari Pemerintah dan Industri Migas Nasional. Vibroseimic EOR merupakan metode EOR baru dengan teknologi stimulasi getaran. 

“Teknologi ini memanfaatkan gelombang elastik sebagai instrumen untuk menggerakkan partikel batuan reservoir dan fluida minyak yang ada di dalam pori. Dengan demikian, minyak yang terjebak di dalam pori batuan berupa droplet (butiran) minyak ikut bergerak dan terjadi aliran peningkatan mobilitas minyak,” ungkap Ratih dalam keterangannya, Jumat (16/12/2022).

Ratih menambahkan, implementasi Vibrosesimic EOR sudah dilakukan Elnusa dan URTI pada skala lapangan. Lapangan Tempino, Muaro Jambi yang dikelola oleh Regional 1 Zona 1 Subholding Upstream Pertamina yang ditunjuk sebagai lokasi penelitian dan implementasi teknologi tersebut.

 Hasil yang diperoleh menunjukan perbaikan aliran fluida di dalam reservoir dan mampu meningkatkan produksi rata-rata harian 51 BOPD (10.3%) serta kumulatif incremental sebesar 27.67 MBbls periode 11 Agustus 2020 – 31 Mei 2022. Ditegaskan bahwa kemenangan atas kolaborasi ini menjadi bukti nyata atas kompetensi dan kapabilitas Elnusa sebagai perusahaan jasa energi Nasional yang adaptif dalam pengembangan teknologi. 

“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi solusi untuk mendukung peningkatan produksi migas yang efisien serta ramah lingkungan bagi industri migas di Indonesia khususnya pada lapangan Pertamina dan K3S lainnya,” kata Ratih.(DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...