Home MINERBA Industri Infrastruktur Butuh Jaminan Pasokan Batubara
MINERBA

Industri Infrastruktur Butuh Jaminan Pasokan Batubara

Share
Industri Infrastruktur Butuh Jaminan Pasokan Batubara
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) berharap Badan Layanan Umum (BLU) Batubara bersifat inklusif dan mampu memastikan pasokan batubara untuk pembangkit listrik dan industri strategis. Menurut Wakil Ketua Umum Aspebindo Fathul Nugroho, alasannya adalah BLU bisa menjadi solusi terhadap masalah pasokan dalam negeri yang sering kali menjadi masalah dan dikeluhkan pengusaha.

“Kami pelaku usaha berharap BLU sifatnya bisa inklusif ya artinya memang menjadi solusi dari permasalahan pasokan batubara yang selama ini kita hadapi, dan permasalahan tersebut tidak khusus pada listrik saja tapi juga industri lainnya,” ujar Fathul dalam pernyataannya dikutip, Selasa (30/08/2022).

Fathul mencontohkan industri semen saat ini adalah pengguna batubara nomor dua di Indonesia setelah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Industri semen saat ini lebih banyak diserap untuk kebutuhan dalam negeri dalam berbagai proyek infrastruktur skala kecil sampai besar.

“Arah ekonomi kita jelas untuk mendorong ekonomi bernilai tambah, salah satunya industri semen yang mengolah sumber daya alam kita menjadi produk bernilai tinggi, dan saat ini kebutuhan kita terhadap semen ini masih tinggi karena kita juga perlu untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur,” tutur Fathul.

Hingga saat ini pembentukan BLU Batu Bara masih terhambat oleh penyusunan payung hukum. Pemerintah belum memutuskan apakah pembentukan BLU itu akan diatur oleh peraturan pemerintah (PP) atau peraturan presiden (Perpres).

“Soal bentuk aturan PP atau Perpres memang sedang dibicarakan pemerintah, kita asosiasi pengusaha untuk itu tetap aktif memberikan masukan dan saran kepada pemerintah, kami mendorong pemerintah agar merumuskan kebijakan secara kolaboratif artinya perlu ada pelibatan baik dari sisi pemasok batubara juga pengguna batubara dalam negeri,” kata Fathul.

Sementara itu, BLU Batu Bara direncanakan akan menarik iuran kepada setiap transaksi penjualan ke luar negeri. Iuran akan dipungut setelah harga dilepas ke mekanisme pasar. Kemudian, iuran dialokasikan untuk menutupi harga yang dibayarkan PLN kepada pemasok batubara dengan menggunakan patokan terkini US$ 70 per ton.

“Kami berharap BLU dapat segera direalisasikan karena bisa menjadi solusi dari disparitas harga dan permasalahan pengamanan pasokan di dalam negeri tentunya dengan semangat inklusif dan kolaboratif,” tutup Fathul.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ESDM Kaji Hilirisasi Batubara Rendah Kalori Jadi Migas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan batu bara berkalori rendah (low kalori)...

Bikin Heboh! Raksasa Alat Berat Resmi Gandeng ABC Multifinance di Mining Indonesia 2026

​JAKARTA, Situsenergi.com Ajang pertambangan terbesar, Mining Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta...

PTBA Targetkan Proyek Hilirisasi Batubara Digarap Tahun Depan

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) komitmen menjalankan proyek hilirisasi batubara...

Timah Rakyat Tetap Dibeli, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tata kelola pertimahan...