Home MIGAS Stok Amerika Berpeluang Menyusut, Harga Minyak Nge-Gas Lagi
MIGAS

Stok Amerika Berpeluang Menyusut, Harga Minyak Nge-Gas Lagi

Share
RDMP Kilang Balikpapan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Harga minyak menetap lebih tinggi, Selasa, dengan Brent mengakhiri sesi di dekat USD80 per barel meski varian Omicron virus korona terus menyebar, didukung ekspektasi persediaan Amerika turun minggu lalu serta gangguan pasokan.

Minyak mentah Brent ditutup naik 34 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD78,94 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menguat 41 sen, atau 0,5%, menjadi USD75,98 per barel. Demikian laporan  Reuters,  di New York, Selasa (28/12/2021) atau Rabu (29/12/2021) pagi WIB.

Kedua kontrak tersebut diperdagangkan pada level tertinggi dalam satu bulan, dibantu oleh penguatan Wall Street.

“Pasar saham tampaknya siap untuk menyelesaikan tahun ini pada atau mendekati rekor tertinggi dengan limpahan ke ruang minyak mendorong valuasi minyak mentah lebih tinggi,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

“Dukungan datang juga dari gangguan produksi di Ekuador, Libya dan Nigeria serta ekspektasi penurunan besar lainnya dalam persediaan minyak mentah Amerika,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Tiga produsen minyak itu menyatakan  force majeure  bulan ini pada bagian produksi minyak mereka karena masalah  maintenance  dan penutupan ladang minyak.
Jajak pendapat awal  Reuters , Senin, menunjukkan stok minyak mentah AS kemungkinan turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan bensin diprediksi tidak berubah pekan lalu.

Inggris tidak akan menghadapi pembatasan Covid-19 yang baru sebelum akhir 2021, tutur Menteri Kesehatan Sajid Javid, Senin, karena pemerintah menunggu lebih banyak bukti tentang apakah layanan kesehatan dapat mengatasi tingkat infeksi yang tinggi.

Presiden Joe Biden, sementara itu, berjanji untuk mengatasi kekurangan tes Covid-19 ketika varian Omicron mengancam akan membanjiri rumah sakit dan menghambat rencana perjalanan.

Kekurangan staf yang disebabkan Omicron mengakibatkan pembatalan ribuan penerbangan selama akhir pekan Natal di Amerika Serikat.

Investor menunggu pertemuan OPEC Plus pada 4 Januari, di mana aliansi tersebut akan memutuskan apakah bakal melanjutkan rencana peningkatan produksi 400.000 barel per hari pada Februari.

Pada pertemuan terakhirnya, OPEC Plus tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi Januari meski ada Omicron.

Sejumlah  money manager  menaikkan  net long position  WTI dan  options positions  dalam sepekan hingga 21 Desember, ungkap Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika, Senin.

Kelompok spekulan menaikkan posisi gabungan berjangka dan  options positions  di New York dan London sebesar 4.634 kontrak menjadi 259.093 selama periode tersebut. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Sabet Best Collaboration Excellence 2026, Bukti Kekuatan Sinergi di Sektor Pengeboran Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali menunjukkan taringnya di...

Pertamina NRE Dorong Investasi Energi Bersih ASEAN, Perkuat Kolaborasi Regional

Jakarta, situsenergi.com Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempertegas komitmennya dalam...

Jakarta Pertamina Enduro Runner-up Proliga 2026, Siap Tancap Gas di Final Four

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Pertamina Enduro memastikan posisi runner-up klasemen Proliga putri 2026...

Pasokan Avtur Aman Jelang Lebaran! AFT Halim Jadi Andalan Pertamina Jaga Kualitas BBM Pesawat

Jakarta, situsenergi.com Menjelang lonjakan penerbangan saat Ramadan dan Idulfitri, PT Pertamina (Persero)...