Home MIGAS SKK Migas dan ESDM Pantau Kesiapan Industri Penunjang Di Serang
MIGAS

SKK Migas dan ESDM Pantau Kesiapan Industri Penunjang Di Serang

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang kandungan kapasitas nasional atau  Tingkat Komponen dalam negeri (TKDN) di Industri hulu minyak dan Gas bumi, SKK Migas dan Tim Direktorat Jendral minyak dan gas bumi meninjau langsung pabrik pembuat valve (katup-red) di Serang, Provinsi Banten.

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman mengatakan program penilaian dan pembinaan bersama hulumigas merupakan salah satu campingn yang baik, agar SKK Migas, KKKS dan Kementerian ESDM bisa memastikan bahwa produk yang dihasilkan merupakan produk yang berkualitas sehingga  dapat mendukung kegiatan operasi dan proyek hulumigas.

“SKK Migas selalu mendorong pelaksanaan program pemerintah dalam peningkatan penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas,” kata Fatar Yani dalam pernyataannya hari ini, Kamis (16/12/2021).

Menurut Fatar, untuk menjaga kualitas produk dalam negeri di Industri Hulu Migas,  SKK Migas dan KKKS melakukan penilaian dan pembinaan secara objektif terhadap produk yang dihasilkan untuk pemenuhan kebutuhan operasi yang bersifat fit to purpose sehingga industri penunjang dapat terlibat secara optimal mendukung kebutuhan operasi KKKS.

Penggunaan produk dalam negeri, menurut Fatar bisa berdampak terhadap penurunan biaya produksi, namun tetap menjaga kualitas produk. “Inovasi tetap harus dilakukan agar lebih efisien, agresif dan masif,”ungkap Fatar.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan produk yang dihasilkan dari pabrik valve ini sudah sesuai dengan standarisasi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan proyek di Industri Hulu Migas.

 “SKK Migas, KKKS dan Kementrian ESDM terus melakukan penilaian dan pembinaan untuk meningkatkan efektifitas dan mejaga mutu produk yang dihasilkan dari pabrik, sebagai industri penunjang di hulu migas.”kata Erwin.

Sementara itu, Koordinator Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM,  Naufal Noor Rochman berharap produk valve ini dapat memenuhi standar kebutuhan proyek dan operasi hulumigas di Indonesia, “Ini bisa menekan biaya import kebutuhan valve di Industri Migas,”kata Naufal.

Dalam akhir kunjungan, Wakil Kepala SKK Migas Fatar yani Abdurrahman  mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam mendorong peningkatan penggunaan produksi industri nasional guna mendukung proyek dan operasi hulu migas sehingga menimbulkan efek berganda (multiplier effect) pada kegiatan hulu migas Indonesia.(SA/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...