Home MIGAS Alih Kelola Rokan, Eks Wamen ESDM: Bakal Hasilkan Keuntungan Optimal
MIGAS

Alih Kelola Rokan, Eks Wamen ESDM: Bakal Hasilkan Keuntungan Optimal

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Alih kelola Blok Rokan di Riau oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai anak usaha Pertamina (Persero) dari Chevron Pasific Indonesia (CPI) menuai banyak pujian.

Peralihan blok Rokan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan pemerintah pada tanggal 6 Agustus 2018. Ketik itu penawaran Pertamina dinilai lebih baik untuk mengelola salah satu blok minyak yang memproduksi terbesar di Indonesia.

“Lapangan produksi Blok Rokan terhitung luas, sekitar 6.453 kilometer persegi. Ada dua lapangan utama yaitu lapangan Duri yang ditemukan pada Maret 1941 dan lapangan Minas ditemukan pada Desember 1944,” kata eks Wamen ESDM, Arcandra Tahar dalam akun resminya dikutip, Rabu (10/08/2021).

Dikatakannya, berbeda dengan kegiatan operasi sebelumnya, pengelolaan blok Rokan oleh Pertamina menggunakan sistem fiskal Gross Split. Dengan sistem ini seluruh biaya operasi menjadi tanggung jawab penuh dari Pertamina. Sebagai konsekuensinya, bagi hasil yang diterima oleh Pertamina menjadi lebih besar.

Karena harus membiayai operasi sendiri, kontraktor dengan sistem gross split dituntut untuk semakin efisien dan bertanggungjawab. Karena setiap biaya yang mereka keluarkan akan mengurangi potensi keuntungan yang diperoleh.

“Aturan dalam Gross Split memungkinkan kontraktor dapat menjalankan bisnisnya dengan baik karena risikonya terjaga. Sebagai contoh, ketika harga minyak turun, kontraktor bisa mendapat tambahan split dari gross revenue. Sebaliknya ketika harga minyak naik, negara yang akan mendapatkan bagi hasil lebih baik,” kata dia.

Kegiatan procurement juga menjadi lebih efisien karena tidak melewati birokrasi yang panjang. Teknologi terbaik dengan harga yang kompetitif akan menjadi pilihan bagi kontraktor karena semua biaya mereka yang menanggung. Dan yang lebih penting lagi, dalam sistem gross split negara tetap memegang kontrol penuh terhadap kegiatan operasi di blok migas. Termasuk penetapan bagi hasilnya.

Dikatakannya,dengan menggunakan perhitungan gross revenue sebagai dasar bagi hasil dengan kontraktor, negara bisa mendapatkan hasil yang optimal dan bisa menggunakan dana APBN untuk membiayai kegiatan ekonomi lainnya.

“Kita berharap pengelolaan blok Rokan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia,” pungas dia. (SA/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...

Uji Coba Biodiesel B50 Rampung Semester I 2026, Pemerintah Bidik Stop Impor Solar

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah terus mematangkan kebijakan mandatori biodiesel sebagai strategi menekan ketergantungan...

Skor ESG Naik, Pertamina Tetap Peringkat 1 Dunia Sub Industri Integrated Oil and Gas

Jakarta, situsenergi.com Kinerja keberlanjutan PT Pertamina (Persero) terus menguat. Lembaga pemeringkat global...