Home ENERGI TERBARUKAN Penggunaan Teknologi CCUS, Begini Kata Pengamat
ENERGI TERBARUKAN

Penggunaan Teknologi CCUS, Begini Kata Pengamat

Share
Penggunaan Teknologi CCUS, Begini Kata Pengamat
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Energy Watch menilai teknologi Carbon Capture Ulitization and Storage (CCUS) yang akan diterapkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dalam jangka pendek belumlah mungkin dilakukan.

Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, dalam mengembangkan teknologi CCUS membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga dibutuhkan kajian untuk pengembangannya agar menjadi ekonomis dan tidak memberatkan PLN ke depannya dalam menerapkan teknologi CCUS tersebut.

“Memang teknologi CCUS berfungsi untuk mengurangi atau mereduksi CO2, sehingga emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dapat berkurang,” kata Mamit dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia, Senin (02/8/2021).

Dikatakannya, teknologi CCUS ke depan dapat lebih ekonomis. Pasalnya untuk membangun teknologi CCUS ini membutuhkan biaya yang sangat besar.

Mamit memberikan gambaran, negara seperti Kanada, membutuhkan anggaran hingga US$ 1,5 Triliun, nilai yang sangat besar untuk investasi tersebut sehingga negara itu bisa mengoptimalisasikan atau menangkap CO2 sebesar 1 juta ton per tahun.

Mamit juga menjelaskan, teknologi CCUS di dunia untuk saat ini baru digunakan di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang tujuannya untuk menggenjot produksi.

“Di dunia teknologi CCUS ini dapat kembali diinjeksikan ke dalam reservoar dalam rangka untuk meningkatkan produksi migas,” kata Mamit.

Dikatakan, jika dibandingkan dengan EBT maka saat ini EBT lebih ekonomi. Dimana energi Biomass hingga geothermal bisa menjadi pilihan yang tepat bagi arah pengembangan EBT RI.

“Diharapkan arah pengelolaan dana penggunaan EBT tidak membebani masyarakat mengingat harga listrik EBT yang cukup tinggi,” terangnya (SA/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Biomassa Bisa Jadi Sumber Energi Baru! Indonesia Mulai Jajaki Produksi Hidrogen Rendah Karbon

Jakarta, Situsenergi.com Potensi biomassa Indonesia mulai dilirik untuk menghasilkan hidrogen rendah karbon....

Dua BUMN Listrik, Jangan Mengatasnamakan EBT Tapi Membuat Lemah PLN

Sofyano ZakariaPengamat Kebijakan Energi dan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Usulan...

Keseimbangan Migas dan EBT Dinilai Penting Jaga Ketahanan Energi 2026

Jakarta, situsenergi.com Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolin Wahjong menegaskan, sektor...

Indonesia ‘Digeruduk’ Mobil Listrik, TÜV Rheinland Soroti Tantangan Keselamatan

Jakarta, situsenergi.com Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia melaju kencang, bahkan sudah...