Home MIGAS Pertamina Restrukturisasi Dorong Distribusi Energi Lebih Efisien
MIGAS

Pertamina Restrukturisasi Dorong Distribusi Energi Lebih Efisien

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Mulyono mengatakan, aksi restrukturisasi yang dilakukan setahun terakhir berhasil meningkatkan efisiensi distribusi energi dengan menekan cost inventory menjadi 47,9 juta barel atau setara dengan 3,1 miliar dolar AS.

Menurut dia, total cost inventory tahun lalu mencapai 80 juta barel atau setara 5,2 miliar dolar AS, sehingga terdapat penurunan biaya 40 persen atau 2,1 miliar dolar AS yang dapat digunakan untuk aktivitas lainnya.

“Penghematan tersebut diperoleh dari upaya integrasi operasional yang telah berjalan di Direktorat Logistik dan Infrastruktur Pertamina di tingkat holding,” kata Mulyono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Sebagai integrator operasional, kata dia, seluruh penugasan-penugasan dari pemerintah ke Pertamina mulai dari pendistribusian bahan bakar Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

“Juga distribusi LPG 3 kg kepada masyarakat, penyaluran BBM 1 Harga, pembangunan infrastruktur BBM/LPG di Indonesia Bagian Timur, dan gasifikasi di 56 pembangkit PLN, harus dipastikan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dengan tugas tersebut, lanjut dia, Direktorat Logistik dan Infrastruktur harus memastikan keandalan seluruh infrastruktur dan jaringan distribusi yang dimiliki holding sehingga bisa berjalan sinergis di tengah restrukturisasi yang sedang dijalankan.

“Hal ini menjadi concern kami agar masing-masing subholding, anak perusahaan dan afiliasinya tidak berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus inline karena saat ini infrastruktur yang kami jalankan harus sesuai dengan kebutuhan market dan energy mix,” paparnya.

Masih menurut Mulyono, keseimbangan antara layanan masyarakat dan optimasi target keuntungan untuk Pertamina harus terpenuhi, dengan cara menekan biaya, sinergi, dan optimasi di semua subholding.

“Masing–masing subholding harus mandiri dan lincah untuk mengambil keputusan yang efektif dan efisien. Catatannya, subholding harus fokus melakukan efisiensi, namun efisiensi ini tetap harus memberikan manfaat atau benefit bagi Pertamina Group,” paparnya

“Kita juuga terus melakukan percepatan dan sinergi untuk penugasan proyek pemerintah dan pembangunan infrastruktur distribusi energi. Tak hanya cepat, proyek juga dipastikan harus mendukung,” tutup Mulyono.(Ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Puskepi : Minyak dari KKKS Asing Wajib Dijual ke Pertamina Demi Kepentingan Nasional

Jakarta, situsenergi.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) sekaligus Pengamat Kebijakan Energi,...

UMiMAX Pertamina Bikin Harapan Baru: Dari Korban PHK Jadi Pengusaha Kopi Keliling

Jakarta, situsenergi.com Kisah bangkit dari keterpurukan kembali muncul dari program pemberdayaan ultra...

Satgas RAFI 2026: Pertamina Siaga 24 Jam, Stok BBM hingga Avtur Dijamin Aman Saat Idulfitri

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi jelang Idulfitri 1447...

Sofyano Zakaria: Percaya Pertamina Patra Niaga Mampu Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Jakarta, situsenergi.com Pengamat kebijakan energi dan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),...