Home MINERBA FABA Tidak Berbahaya dan Memiliki Potensi Nilai Tambah Yang Tinggi
MINERBA

FABA Tidak Berbahaya dan Memiliki Potensi Nilai Tambah Yang Tinggi

Share
FABA Tidak Berbahaya dan Memiliki Potensi Nilai Tambah Yang Tinggi
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Fly Ash Bottom Ash (FABA) disebut tidak berbahaya dan memiliki potensi nilai tambah yang cukup tinggi jika dimanfaatkan dengan baik.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Agus Puji Prasetyono, saat memberikan keynote speach dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Ruang Energi, Rabu (14/4/2021).

Agus mengatakan, potensi FABA yang merupakan limbah sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sangat luar biasa tinggi jika dimanfaatkan, sebab dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), hingga 2050 mendatang PLTU berbahan bakar batu bara masih mendominasi di Indonesia.

“FABA memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi dan lain-lain. FABA bisa dimanfaatkan untuk bahan baku industri, untuk bahan baku semen dan perumahan hingga pertanian yang bisa diolah oleh UMKM,” ujar Agus.

Namun demikian, untuk bisa mengolah limbah FABA menjadi hal yang memiliki nilai tambah, diperlukan berbagai upaya, dimana hal yang paling utama adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, untuk bisa menciptakan hal-hal baru dari limbah FABA yang bisa lebih bermanfaat.

“Untuk mengolah dan memanfaatkan FABA perlu upaya serius dan komprehensif terutama SDM yang memiliki jiwa enterpreneur. Kesiapan infrastruktur dan juga harus memiliki modal bisnis yang kuat,” tegasnya.

Terakhir, Agus meminta agar polemik tentang keluarnya FABA dari golongan limbah B3  tidak perlu diributkan lagi. Sebab, ia memastikan bahwa keputusan itu didasarkan pada penelitian yang sangat komprehensif, serta dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

“Data hasil uji karakteristik FABA PLTU yang dilakukan oleh KLHK pada tahun 2020 menunjukkan bahwa FABA PLTU masih dibawah baku mutu bahan berbahaya. Hasil uji itu menunjukkan FABA tidak mudah menyala dan tidak mudah meledak pada suhu sekitar 140 derajat Fahrenheit. Serta tidak ditemukan hasil reaktif terhadap sianida dan sulfida, serta tidak ditemukan korosif pada FABA PLTU tersebut. Dari hasil uji karakteristik tersebut menunjukkan limbah FABA dari PLTU sudah memiliki karakteristik limbah bahan yang tidak berbahaya,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...

Antam Kunci Hilirisasi Nikel, Ekosistem Baterai Nasional Mulai Terbentuk

Jakarta, situsenergi.com PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangkah strategis dalam peta industri...

UKM Dapat Karpet Merah ke Sektor Tambang, Izin Prioritas Resmi Dibuka

Jakarta, situsenergi.com Peluang usaha di sektor tambang kini tak lagi eksklusif untuk...

PTBA Tutup Akses Tambang Ilegal, Aset Negara di Banko Tengah Dijaga Ketat

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak cepat merespons ancaman penambangan...