Home ENERGI PHM Beri Penghargaan WCI Adipura 2020 Kepada Tiga Kontraktor Pengeboran
ENERGI

PHM Beri Penghargaan WCI Adipura 2020 Kepada Tiga Kontraktor Pengeboran

Share
phm beri penghargaan wci adipura 2020 kepada tiga kontraktor pengeboran
Share

Jakarta, situsenergi.com 

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memberikan penghargaan Well Construction & Intervention (WCI), kepada tiga kontraktor pengeboran dan pengerjaan sumur.

Penghargaan itu diberikan dalam acara Health, Safety & Environment (HSE) Committee Meeting Level 3, yaitu suatu forum antara divisi di PHM dengan para kontraktornya untuk membahas capaian HSE sepanjang 2020 dan berbagi best practice dari sejumlah kontraktor.

Vice President WCI Fata Yunus menyampaikan bahwa sepanjang 2020 WCI tidak mencatat adanya kecelakaan kerja, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

“Apalagi di tahun 2021 ini, kegiatan pengeboran baik di wilayah lepas pantai (offshore) maupun rawa-rawa (swamp) tetap tinggi, termasuk pengeboran dua sumur eksplorasi, sehingga kita semua harus bekerja lebih baik dan lebih aman lagi,” ujar Fata dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/3).

Divisi WCI dalam kesempatan itu memberikan penghargaan bernama WCI Adipura 2020 kepada sejumlah kontraktor yang konsisten menjalankan perbaikan lingkungan kerja agar tetap aman dan nyaman, mencegah kerusakan alat dan kecelakaan, meningkatkan produktifitas dan safety, serta menerapkan Prinsip 5 R, yaitu Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin.

Para pemenang penghargaan itu adalah, untuk kategori Drilling Rig: HAKURYU-14 (PT Japan Drilling Indonesia), kategori Big Barge: ELSA 8 (PT Elnusa Trans Samudera), dan kategori LCT: NESITOR-1 (PT Nesitor).

Sebagai informasi, sepanjang 2020 PHM telah mengebor 78 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi, serta 5028 pekerjaan well services dan 78 work over. Sementara pada 2021 ini ditargetkan mengebor 73 sumur tajak dan 2 sumur eksplorasi, serta 4150 pekerjaan well services dan 54 work over.

Banyaknya jumlah sumur yang harus dibor di WK Mahakam adalah dalam upaya mempertahankan kelanjutan produksi di blok migas ini, agar tetap sesuai target Work Program & Budget (WP&B) 2021, mengingat sebagian besar lapangan yang ada sudah berada di fase mature dan mengalami natural decline. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...