Home ENERGI Harga Minyak Tertekan Lagi, Imbas Kenaikan Kasus Covid-19 Global
ENERGI

Harga Minyak Tertekan Lagi, Imbas Kenaikan Kasus Covid-19 Global

Share
Share

New York, Situsenergy.com

Harga minyak melemah kembali pada penutupan, Rabu. Perlahan itu terjadi ditengah kekhawatiran terhadap lonjakan kasus Covid-19 secara global, yang berpotensi memukul permintaan terhadap bahan bakar. Pasar memang menemukan beberapa dukungan dari angka stok mingguan yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan peningkatan produksi pengilangan.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 52 sen atau 0,9 persen menjadi USD56,06 per barel, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  di New York, Rabu (13/1/2021) atau Kamis (14/1/2021) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 30 sen atau 0,6 persen menjadi USD52,91 per barel.

Permintaan bahan bakar pulih dari kejatuhan kejutan musim semi lalu karena memburuknya pandemi Covid-19, tetapi pemerintah terus memberlakukan pembatasan pada aktivitas perjalanan yang akan menghambat permintaan energi selama berbulan-bulan, kata analis.

“Kendati saya melihat harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi selama beberapa bulan mendatang, investor perlu berhati-hati bahwa jalan menuju permintaan dan harga minyak yang lebih tinggi akan tetap bergelombang,” kata analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.

Persediaan minyak mentah Amerika lebih rendah untuk pekan kelima berturut-turut, turun 3,2 juta barel, minggu lalu, melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat  Reuters  untuk penurunan 2,3 juta barel, karena penyulingan meningkatkan produksi minyak mentah, tutur Badan Informasi Energi.

“Pabrik penyulingan mulai melihat gambaran permintaan yang lebih baik dan itu tercermin tidak hanya dari apa yang kita lihat di Amerika Serikat tetapi juga di luar negeri,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Pemerintah di seluruh Eropa mengumumkan penguncian virus corona yang lebih ketat dan lebih lama, Rabu, karena varian Covid yang menyebar cepat yang pertama kali terdeteksi di Inggris, dan vaksinasi diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan.

China mencatat lonjakan harian terbesar dalam kasus virus corona dalam lebih dari lima bulan, meski ada penguncian, peningkatan pengujian, dan tindakan lain yang bertujuan untuk mencegah gelombang infeksi kembali. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...