Home ENERGI Optimisme Peningkatan Permintaan BBM Pacu Kenaikan Harga Minyak
ENERGI

Optimisme Peningkatan Permintaan BBM Pacu Kenaikan Harga Minyak

Share
Share

Singapura, Situsenergy.com

Harga minyak menguat pada Senin (14/12/2020), seiring dengan optimisme terhadap efektifitas vaksin Covid-19 yang bisa mendorong peningkatan permintaan BBM global.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Februari, patokan internasional, naik 8 sen, atau 0,2 persen menjadi USD50,05 per barel pada pukul 08.37 WIB, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (14/12/2020).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Januari, meningkat 4 sen, atau 0,1 persen, menjadi USD46,61 per barel.

Harga minyak menguat selama enam pekan berturut-turut, kenaikan terpanjang sejak Juni.

Amerika Serikat memulai kampanye vaksinasi melawan Covid-19, meningkatkan harapan bahwa pembatasan pandemi dapat segera berakhir dan mengangkat permintaan di konsumen minyak terbesar dunia itu.

Perpanjangan perundingan Brexit di antara kekuatan Eropa itu juga mendukung pasar keuangan pada sesi Senin.

Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy mempertanyakan setelah pasar melakukan aksi beli di tengah rumor tentang vaksin yang efektif, dan kini, setelah pengiriman tiba, apakah investor akan melakukan aksi jual menyusul fakta bahwa vaksin sudah menjadi kenyataan.

Sejumlah negara besar Eropa melanjutkan  lockdown mode  untuk mengekang penyebaran Covid-19 yang memukul permintaan bahan bakar. Misalnya, Jerman, ekonomi terbesar keempat di dunia, berencana untuk memberlakukan penguncian yang lebih ketat mulai Rabu guna memerangi virus tersebut.

Investor menantikan dua pertemuan antara Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus.

Joint Ministerial Monitoring Committee ( JMMC ) OPEC Plus yang memantau kepatuhan di antara anggota akan bertemu pada 16 Desember, sementara OPEC Plus akan bertemu pada 4 Januari untuk mempelajari pasar setelah keputusan terakhir mereka untuk membatasi kenaikan produksi hingga 500.000 barel per hari dimulai tahun depan.

Di Amerika Serikat, pekan lalu, perusahaan energi menambahkan rig minyak dan gas paling banyak dalam seminggu sejak Januari ketika produsen terus kembali ke jalur produksi.

Dua kebakaran terpisah terjadi di terminal ekspor minyak mentah Qua Iboe Nigeria dan di pipa minyak Iran, Minggu, tetapi insiden tersebut sebagian besar telah diatasi. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Elnusa Perkenalkan Maket Brick Vibroseis Pertama di Indonesia

Jakarta, Situsenergi.com PT Elnusa Tbk, bagian dari Pertamina Hulu Energi (PHE) Group,...

Sorgum, Pellet, dan Bioetanol:Catatan di Tepi Ladang yang Tak Pernah Masuk Rencana Pembangunan

Oleh : Andi N Sommeng Di sebuah desa yang namanya terlalu sederhana...

PLN EPI Gandeng Kemenkop, Ekosistem Biomassa Nasional Siap Tancap Gas

Jakarta, Situsenergi.com PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali tancap gas dalam...

JDS Sukses Lahirkan SDM Unggul Di Sektor Migas, Pertamina Beri Apresiasi

Jakarta, situsenergi.com Jakarta Drilling Society (JDS) sebagai organisasi non-profit ini terus memfasilitasi...