Home ENERGI Premier Oil Mulai Kerjakan Tiga Proyek Gas di Laut Natuna
ENERGI

Premier Oil Mulai Kerjakan Tiga Proyek Gas di Laut Natuna

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Premiere Oil Natuna Sea BV mulai mengerjakan pengembangan tiga lapangan gas, yakni Lapangan Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP), di Laut Natuna, Kepulauan Anambas. Proyek ini merupakan kelanjutan dari pengembangan gas di Wilayah Kerja Natuna Sea Block A.

Pengembangan Proyek BIGP ini ditandai dengan ditandatanganinya kontrak jasa pembangunan Engineering Procurement Construction and Installation (EPCI) antara Premier dengan kontraktor pelaksana PT Timas Suplindo pada Selasa (10/10) lalu.

“Ini merupakan progres penting bagi proyek tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa industri hulu migas Indonesia masih menggeliat meskipun harga minyak dunia belum sepenuhnya pulih,” ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher dalam keterangan resminya, Kamis (12/10).

Lingkup pekerjaan EPCI tersebut juga termasuk pekerjaan modifikasi di fasilitas Anjungan Pelikan WHP, Naga WHP, GB CPP dan AGX . Proyek tersebut meliputi pengembangan 3 sumur subsea masing-masing di Lapangan Bison, Iguana dan Gajah Puteri, pada kedalaman sekitar 80 meter dari permukaan laut.

Produksi dari Lapangan Bison dan Iguana akan dialirkan melalui pipa masing-masing sejauh 8 kilometer (km) dan 6 km ke menuju Anjungan Pelikan sebelum diteruskan ke fasilitas Gajah Baru central processing plant (CPP) untuk diproses. Sedangkan produksi dari Lapangan Gajah Puteri akan dialirkan melaui pipa sejauh 42 km ke Anjungan AGX dengan sistem kontrol dari Anjungan Naga.

Proyek Pengembangan Gas BIGP ini akan menambah cadangan gas sekitar 80 miliar kaki kubik (billion cubic feet/BCF). Sementara produksi proyek ini yakni maksimum sebesar 60 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd) untuk gas dan 1.100 barel per hari (bph) untuk kondensat.

“Proyek tersebut diharapkan selesai pada akhir kuartal ketiga tahun 2019 untuk memenuhi komitmen penjualan gas yang telah ada,” tutur Wisnu. (ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...