Home ENERGI Pemerintah Jamin TDL Tak Naik Hingga Akhir Tahun
ENERGI

Pemerintah Jamin TDL Tak Naik Hingga Akhir Tahun

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kebijakan diskon tarif listrik selama April-September 2020. Pemerintah juga menegaskan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sampai akhir tahun ini.

“Secara khusus kebijakan bantuan dari negara berupa diskon tagihan listrik selama 6 bulan, dari April sampai September 2020 untuk golongan rumah tangga 450 VA dan rumah tangga 900 VA,” kata Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM , Rida Mulyana, dalam konferensi pers online, di Jakarta, Rabu (1/7).

Rida menjelaskan sejauh ini, jumlah pelanggan rumah tangga 450 VA mencapai 24 juta orang. Sementara pelanggan rumah tangga 900 VA mencapai 7,3 juta pelanggan. “Dengan demikian total yang menerima subsidi listrik mencapai 31,3 juta pelanggan,” ujar Rida.

Selain kepada pelanggan rumah tangga, Kementerian ESDM juga memberikan subsidi listrik kepada pelanggan kategori bisnis dan industri. Namun dalam kategori ini hanya pelanggan 450 VA yang dapat menerima manfaat program tersebut.

“Kami memberikan stimulus kepada pelanggan bisnis dan industri untuk pelanggan 450 VA dan industri 450 VA dengan total pelanggan 455 ribu pelanggan,” kata Rida.

Program ini juga berlaku selama April-September 2020. Rida berharap bantuan pemerintah ini hanya bersifat sementara, dan tidak menjadi permanen.

“Bantuan ini sementara, mudah-mudahan tidak lama dan tidak permanen, ini wujud buat saudara kita yang paling terdampak akibat pandemi,” ungkap Rida.

Rida menegaskan sampai akhir tahun ini, pemerintah tidak akan menaikkan TDL. Dengan demikian, kenaikan tagihan listrik yang dialami pelanggan lebih karena peningkatan pemakaian selama masa pandemi Covid-19 yang diikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Walau demikian, Kementeria ESDM menyediakan layanan pengaduan. Hingga saat ini, ada 300 pengaduan konsumen atau pelanggan terkait tagihan listrik dari PLN. “Separuh sudah kami selesaikan karena setelah kami cek memang yang bersangkutan termasuk kategori penerima subsidi,” tutur Rida. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...