Home ENERGI Kementrian ESDM Jaga Pasokan Energi Hingga Tahun Baru
ENERGI

Kementrian ESDM Jaga Pasokan Energi Hingga Tahun Baru

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Pemerintah melalui Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi tetap handal selama momentum liburan Natal 2019 dan tahun Baru 2020. Berdasarkan hasil pantauan khusus Menteri ESDM Arifin Tasrif terhadap kondisi listrik, BBM, LPG dan kegeologian, antisipasi yang dilakukan oleh tim Posko Nasional Sektor ESDM sudah baik.

“Memang antisipasi dari teman-teman (Posko) di lapangan cukup baik dan diharapkan antara PLN, PGN, Pertamina bisa kerja sama, saling mengisi, saling memberikan informasi dan berkoordinasi,” jelas Arifin dalam informasi tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, kepastian pasokan energi yang handal dan aman tak lepas dari langkah konkret yang diambil Pemerintah, salah satunya dengan kehadiran Posko Nasional Sektor ESDM. “Kehadiran Posko Sektor ESDM sangat membantu melakukan kontrol layanan akses energi yang harus ditingkatkan,” tegas Agung.

Agung merinci upaya pengamanan pasokan listrik ditempuh dengan meningkatkan kesiagaan dan keamanan semua aset jaringan pembangkit di unit-unit, tidak melakukan perkerjaan/pemeliharaan pada H-7 sampai dengan H+7 kecuali disebabkan adanya gangguan.

Di samping itu, Pemerintah terus meningkatkan koordinasi operasi antara unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi. Pemerintah juga Menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pasokan listrik, menyiapkan dan menyiagakan personil siaga pengamanan pasokan listrik 24 jam di masing-masing unit operasional.

Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya akan segera diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minim. “Kami akan memanfaatkan Captive Power untuk sistem listrik dengan status siaga,” ungkap Agung.

Sehari menjelang perayaan Natal 2019 (H-1), kondisi listrik pengusahaan milik PLN dilaporkan aman dengan daya mampu pasok sebesar 43.600,15 MW, beban puncak 34.656,53 MW dan cadangan sistem sebesar 8.943,62 MW.

Sementara untuk kondisi listrik pengusahaan Non-PLN, 11 dari 27 pemegang wilayah usaha memiliki beban puncak sebesar 1.542,14 MW, daya mampu pasok 2.438,47 MW dan cadangan sistem 896,53 MW.

Sementara untuk penyediaan pasokan BBM dan LPG, Pemerintah memfokuskan monitoring pasokan dan pendistribusian serta koordinasi dengan instansi lain terkait keamanan dan kelancaran penyaluran.(mul/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PGE Kembangkan Bisnis Hijau di Luar Listrik Panas Bumi

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperluas bisnisnya dengan menyiapkan...

Harga Referensi CPO Turun, HPE Kakao dan Getah Pinus Naik

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) crude palm oil (CPO)...

Keberhasilan Co-Firing Ditentukan Kualitas Bahan Baku Biomassa

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan program co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)...

Hidrogen Rendah Karbon Jadi Fokus di GHES 2026

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmen memperkuat...