Home ENERGI Proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 Molor Hingga 2021, Ini Sebabnya
ENERGI

Proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 Molor Hingga 2021, Ini Sebabnya

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Head of Country BP Indonesia Moektianto Soeryowibowo melaporkan bahwa proyek pembangunan kilang LNG Tangguh Train 3 di Teluk Bintuni Papua saat ini sudah mencapai 60 persen. Meski demikian, penyelesaian proyek tersebut diprediksi bakal molor hingga 2021 lantaran sejumlah kendala.

Moektianto mengatakan, salah satu penyebab utama molornya proyek tersebut adalah akibat lambatnya pasokan bahan baku yang didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. Menurutnya, untuk pasokan dari Sulawesi sendiri sempat terkendala karena wilayah Palu dan sekitarnya sempat mengalami bencana gempa dan tsunami. Ia pun mengaku sudah melaporkan hal itu kepada SKK Migas.

“Selesai di 2021, itu mundur dengan jadwal terbaru, karena ada beberapa penyebab, seperti yang sudah dijelaskan SKK Migas dan sekarang kami fokus untuk mendeliver dengan jadwal yang baru,” ujar Moektianto di sela-sela acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition, di Jakarta, Kamis (5/9).

Meski demikian, ia memastikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Salah satunya dengan  memperkerjakan 10 ribu pekerja proyek yang ada di lapangan agar dapat mempercepat proses pengerjaan.

“Prosentase sudah lebih 60 persen. Kan ada yang onshore, ada juga offshore. Nah yang offshore sudah hampir 100 persen, tinggal onshore-nya saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tak hanya fokus pada penyelesaian Train 3 saja, pihak BP saat ini juga tengah melakukan pemeliharaan pada fasilitas Train 1. Kemudian setelah itu Moektianto juga menyebut bahwa pihaknya berencana akan melakukan pemeliharan fasilitas proyek tangguh train 2 yang akan dijadwalkan pada 2020.

“Tahun depan (Train 2), tapi belum lihat jadwalnya. Mudah-mudahan kita bisa lihat jadwalnya. Kayak pabrik, seperti sepeda motor nih, kita harus servis biar jalannya bagus lagi. Biar gak gangguan mesin, prinsipinya itu,” pungkasnya.

Train 3 merupakan bagian dari proyek Tangguh. Proyek kawasan pengembangan migas ini memiliki enam lapangan gas di Blok Wiriagar Berau dan Muturi yang terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Proyek Tangguh sudah memiliki dua Train dengan kapasitas masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Dengan beroperasinya Train 3, total kapasitas proyek pengolahan gas ini akan mencapai 11,4 juta MTPA. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...