Home MIGAS Sumur NEAC-001 Dibor, Ada Potensi Migas 28,55 MMBOE di Jatibarang
MIGAS

Sumur NEAC-001 Dibor, Ada Potensi Migas 28,55 MMBOE di Jatibarang

Share
Sumur NEAC-001 Dibor, Ada Potensi Migas 28,55 MMBOE di Jatibarang
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Eksplorasi migas di Jawa Barat memasuki babak baru. SKK Migas dan Pertamina EP (PEP) mulai mengebor Sumur North East Akasia Cinta (NEAC)-001 di area Jatibarang, Kabupaten Indramayu, untuk menguji potensi sumber daya migas yang diperkirakan mencapai 28,55 MMBOE.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan tajak Sumur NEAC-001 berlangsung pada 30 September 2026. Pengeboran ini menjadi bagian dari program dua sumur eksplorasi di area Jatibarang sepanjang 2026.

“Pertamina EP (PEP) dan SKK Migas telah melakukan tajak sumur eksplorasi North East Akasia Cinta (NEAC)-001 pada tanggal 30 September 2026,” kata Djoko Siswanto, Jumat (2/10/2026).

Bidik Cadangan Baru

Sumur NEAC-001 berada di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengeboran tersebut menargetkan formasi conglomeratic sandstone pada formasi Jatibarang.

SKK Migas dan PEP menggunakan Rig PDSI #31.3/D1500-E berkapasitas 1.500 HP untuk mengebor sumur secara vertikal. Tim menargetkan kedalaman akhir mencapai 2.841,8 meter measured depth (mMD) atau 2.830 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).

Eksplorasi ini bertujuan mengevaluasi kandungan migas sekaligus menguji potensi sumber daya yang terdapat di bawah permukaan. Hasil evaluasi sementara menunjukkan estimasi sumber daya mencapai 28,55 MMBOE.

“Dari hasil evaluasi potensi kandungan migas tersebut, maka estimasi jumlah sumber daya mencapai 28.55 MMBOE (27.198 MMBO dan 7.833 BCFG),” papar Djoko.

Pengeboran Berlangsung 105 Hari

Saat ini, operasi Sumur NEAC-001 memasuki tahap pengeboran konduktor. SKK Migas dan PEP menjadwalkan seluruh program eksplorasi rampung dalam 105 hari.

Rencana tersebut mencakup fase MIRU+RDMO selama 24 hari, pengeboran 46,7 hari, serta Drill Stem Test (DST) selama 34,6 hari yang terbagi dalam dua interval DST.

Selain mengejar target sumber daya, pelaksanaan operasi juga menempatkan keselamatan dan efisiensi sebagai perhatian. Operational excellence mencakup aspek keselamatan, durasi pekerjaan, biaya, hingga pembuktian kandungan migas sesuai target.

Doa untuk Pekerja Rig

Djoko juga mengajak masyarakat Indonesia mendoakan para pekerja yang menjalankan tugas di Rig Floor. Mereka harus bekerja selama 24 jam dan meninggalkan keluarga selama rangkaian pekerjaan eksplorasi berlangsung.

“Mereka yang bekerja di Rig Floor terpisah jauh meninggalkan istri dan anak. Saya tahu, mereka bekerja 24 jam selama 105 hari demi mencari migas buat seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Djoko.

Ia berharap para pekerja mendapat kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan dalam menjalankan operasi hingga mampu membuktikan potensi migas yang ditargetkan. (MK/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Annual Report PGN Raih Penghargaan Internasional

Jakarta, Situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) masuk 15 besar laporan...

PIEP Bawa 30 Sahabat Istimewa Main Tanaman, Ada Pesan Besar di Baliknya

Tangerang Selatan, Situsenergi.com Ada cara berbeda yang dilakukan PT Pertamina Internasional Eksplorasi...

Sumur GNK-114 Bikin Kaget, Sekali Alir Minyak Tembus 5.605 BOPD

Prabumulih, Situsenergi.com Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 mencatat hasil positif...

Bisnis Pertamina Tak Terintegrasi Berakibat Harga BBM Mahal

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Isu krusial dan kunci dalam Rancangan Undang-Undang Minyak...