Home LISTRIK PLN Siapkan Jurus Listrik Hijau, Industri RI Bisa Lebih Kuat Bersaing di Pasar Global
LISTRIK

PLN Siapkan Jurus Listrik Hijau, Industri RI Bisa Lebih Kuat Bersaing di Pasar Global

Share
PLN Perkuat Listrik Hijau Lewat REC dan GEAS untuk Industri
Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Toni Susandy, pada forum Green Energy Partnership 2026, mengungkapkan bahwa potensi EBT nasional yang melebihi 3.600 Gigawatt (GW) dan porsi EBT 61% (pembangkit listrik) dalam RUPTL 2025–2034 menjadi modal kuat menopang dekarbonisasi sektor industri.
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Industri Indonesia menghadapi tuntutan baru di pasar global: bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menekan jejak emisi dalam proses produksinya. Menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) memperkuat layanan listrik hijau melalui Renewable Energy Certificate (REC) dan Green Energy as a Service (GEAS).

Langkah ini bertujuan membantu perusahaan mengakses solusi energi terbarukan dengan kredibilitas dan keterlacakan yang terverifikasi. Dengan begitu, industri nasional memiliki dukungan untuk mengikuti standar dekarbonisasi internasional sekaligus menjaga daya saing produknya.

PLN mempertegas komitmen tersebut melalui Green Energy Partnership Forum 2026 di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Forum ini melibatkan Climate Group melalui inisiatif RE100, World Resources Institute (WRI) Indonesia, Rumah PATEN, serta 59 korporasi yang memiliki perhatian terhadap pemanfaatan energi bersih.

PLN Tak Mau Listrik Hijau Sekadar Sertifikat

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menekankan pentingnya memastikan klaim penggunaan energi terbarukan memiliki dasar yang jelas. Karena itu, PLN memperkuat keterlacakan sumber energi dan kredibilitas layanan listrik hijau agar sesuai dengan standar audit internasional.

“Kita tidak ingin hanya menghasilkan selembar kertas atau sertifikat yang harus dibayar tapi tidak sesuai kredibilitas. PLN bertransformasi tidak hanya jualan listrik, tetapi menjadi digital platform para investor untuk mempertemukan buyer dan seller agar ekosistem terkelola dan lebih banyak investor masuk ke Indonesia,” tegas Rozy.

Melalui REC dan GEAS, PLN ingin menyediakan solusi bagi pelanggan industri yang membutuhkan dukungan energi hijau terverifikasi. Kolaborasi dengan lembaga independen juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan terhadap klaim penggunaan energi terbarukan.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Potensi EBT RI Tembus 3.600 GW

Dukungan terhadap dekarbonisasi industri juga datang dari pemerintah. Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Toni Susandy, menyebut Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) lebih dari 3.600 gigawatt (GW).

Selain itu, porsi EBT mencapai 61% dalam rencana pembangkit listrik pada RUPTL 2025–2034. Potensi tersebut menjadi modal untuk mendukung kebutuhan energi bersih sektor industri.

“Transisi energi bukan semata-mata agenda lingkungan, tetapi bagian dari strategi ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Toni.

Ia menilai peningkatan permintaan energi terbarukan dari perusahaan dapat memberikan sinyal positif bagi pengembang proyek dan investor. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya menjadi biaya usaha, tetapi juga investasi strategis untuk mempertahankan daya saing dalam jangka panjang.

Permintaan Energi Hijau Jadi Kunci Investasi

Executive Chairperson Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office (IETJO/Rumah PATEN), Edo Mahendra, mengapresiasi pendekatan PLN yang turut memperhatikan kebutuhan industri sebelum mengembangkan pasokan energi hijau.

Menurut Edo, kepastian permintaan, kejelasan skema, dan stabilitas menjadi faktor penting untuk menarik pendanaan ke sektor energi bersih.

Pada forum Green Energy Partnership Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (7/10), Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy menjelaskan bahwa keterlibatan para mitra dan pakar lingkungan global sangat krusial untuk memastikan seluruh klaim penggunaan energi terbarukan oleh pelanggan industri tidak diragukan.

Melalui penguatan REC dan GEAS, PLN berharap industri nasional semakin siap menghadapi tuntutan dekarbonisasi global. Upaya ini sekaligus mendukung ambisi Indonesia mengembangkan ekonomi hijau dan menarik lebih banyak investasi ke sektor energi terbarukan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PLN Buka Berburu Karya Jurnalistik, 81 Jurnalis Terbaik Bakal Masuk Seleksi Nasional!

Jakarta, Situsenergi.com PLN Journalist Awards (PJA) 2026 kembali hadir dengan peluang bagi...

PLN Buka Jalan Investasi Hijau, Investor Global Kini Punya Jurus Baru

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) mulai memperkuat pasar energi hijau Indonesia dengan...

Selangkah Lagi, Gas Natuna Siap Aliri Pembangkit Listrik Batam

Jakarta, Situsenergi.com Pasokan energi listrik di Batam akan semakin andal seiring dengan...

Mesin Diesel Jadi Listrik, Kisah Ibu 74 Tahun Bikin Kepala SKK Migas Kagum

Jakarta, Situsenergi.com Ada cerita tak biasa di balik kunjungan Kepala SKK Migas...