Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mengajak 22 jurnalis Penajam Paser Utara (PPU) melihat langsung program pemberdayaan masyarakat Gerbang Insan Mapan. Program yang menggabungkan pertanian dan perikanan ini dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Kunjungan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. Melalui kegiatan tersebut, para jurnalis berkesempatan mengenal inovasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), berdialog dengan kelompok binaan, serta menggali tantangan yang dihadapi masyarakat.

Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, mengatakan kunjungan lapangan dapat membantu jurnalis menyajikan pemberitaan yang lebih mendalam dan akurat.
“Melalui kunjungan langsung ini, jurnalis akan memiliki perspektif yang lebih lengkap sehingga mereka dapat menghasilkan berita yang akurat, positif, inspiratif, dan edukatif bagi masyarakat,” jelas Elis.
Gerbang Insan Mapan Kembangkan Mina Padi
PHKT menginisiasi Gerbang Insan Mapan sejak 2022. Nama tersebut merupakan singkatan dari Gerakan Pembangunan Integrasi Perikanan dan Pertanian Menuju Kemandirian Pangan.
Program ini mengandalkan pendekatan integrated farming melalui metode mina padi, yakni budidaya ikan dan tanaman padi dalam satu lahan. Dengan cara tersebut, petani dapat menghasilkan dua komoditas sekaligus.
Elis menjelaskan, program ini tidak hanya mendorong produktivitas pertanian dan perikanan, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat. Lahan percontohan yang menjadi titik awal program kini berkembang hingga sekitar 10 hektare.

“Program Gerbang Insan Mapan berhasil mengintegrasikan sektor pertanian dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan melalui penerapan mina padi,” jelasnya.
Inovasi Budidaya hingga Produk Olahan Ikan
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan, Bintang Wahyu Aji, turut menggerakkan masyarakat dalam mengembangkan program tersebut. Kelompok binaan juga mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti abon dan kerupuk ikan, yang membuka peluang usaha produktif bagi kelompok perempuan.
Selain mina padi, Gerbang Insan Mapan mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok, pemanfaatan Micro Bubble Generator (MBG), mesin pencacah untuk membantu penyediaan pakan, serta sumur bor untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Program ini juga menghadirkan GIM’s Cafe sebagai ruang bagi kelompok binaan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mengembangkan usaha bersama.
PHKT berharap kegiatan bersama jurnalis dapat memperkuat kolaborasi dengan media lokal sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Bagi kami, keberlanjutan program PPM tidak hanya ditentukan oleh inovasi yang dikembangkan, tetapi juga oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk insan media,” pungkas Elis.
PHKT merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia yang mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka, Kalimantan Timur. Perusahaan menjalankan operasinya dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung keberlanjutan produksi migas nasional. (***)
Leave a comment