Kaltim, Situsenergi.com
Potensi gas bumi berskala besar di perairan Kalimantan Timur menjadi sorotan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau langsung Kapal Seismik Ramford Sovereign. Kapal tersebut menjalankan survei seismik 3D dan 4D yang disebut sebagai salah satu proyek eksplorasi terbesar dan terpanjang dalam sejarah Indonesia dan ASEAN.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan kunjungan Bahlil berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Dalam laporan Good News di Jakarta pada Jumat (23/10/2026), Djoko menyampaikan bahwa kegiatan survei itu membuka peluang untuk mengungkap potensi gas dalam jumlah besar.
“Alhamdulillah, kemarin hari Kamis Pak Menteri turun lapangan langsung ke Kapal Seismic Ramford Sovereign di perairan Kalimantan Timur,” kata Djoko.
Survei Seismik US$100 Juta, Lintasan Capai 12.000 Km²
Menurut Djoko, proyek seismik 3D dan 4D tersebut memiliki nilai sekitar US$100 juta dengan cakupan lintasan sekitar 12.000 kilometer persegi. Pekerjaan survei di perairan Kalimantan Timur ditargetkan selesai pada pekan depan.
“Adapun lead gas 30 TCF, potensi resource gas-nya diperkirakan sebesar 16 TCF; keyakinan geologist akan dapat 10 TCF, paten!” ujar Djoko.
Data tersebut menunjukkan adanya tiga angka penting dalam eksplorasi ini: potensi awal (lead) gas sebesar 30 triliun kaki kubik (TCF), perkiraan sumber daya gas sekitar 16 TCF, serta keyakinan para geolog terhadap peluang temuan hingga 10 TCF.
Meski demikian, angka tersebut masih berupa potensi dan perkiraan eksplorasi, bukan konfirmasi penemuan cadangan gas yang sudah terbukti.
ENI dan Petronas Jadi Operator
Kegiatan eksplorasi ini melibatkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), yakni ENI dan Petronas sebagai operator. Sementara itu, Pertamina dan Medco masing-masing memegang 10% hak partisipasi (participating interest).
Kapal Ramford Sovereign menggunakan teknologi survei seismik terkini dengan 12 kabel streamer. Teknologi berbasis gelombang suara tersebut membantu tim mengumpulkan data bawah permukaan laut dan mengolah hasil survei langsung di atas kapal.
Djoko mengaku melihat langsung proses pengolahan data seismik tersebut. Ia pun berharap kegiatan ini menghasilkan temuan gas bumi dalam skala besar.
“Sementara saya melihat langsung pengolahan data Seismic di kapal ini, Insya Allah ditemukan cadangan gas trilyunan TCF,” tutur Djoko.

Survei ini diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi gas di perairan Kalimantan Timur. Hasil eksplorasi selanjutnya akan menjadi penentu untuk memastikan seberapa besar sumber daya yang berpeluang dikembangkan. (MK/GIT)
Leave a comment