Sangasanga, Situsenergi.com
Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosella di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mulai membuka peluang bisnis baru lewat budidaya melon premium. Berkat pendampingan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field melalui Program Lingkungan Hidroponik (POLIPONIK), kelompok ini berhasil memanen 128 buah melon pada Jumat (9/10/2026).
Panen perdana tersebut mencatat tingkat keberhasilan sekitar 95%, dengan berat rata-rata melon mencapai 1,7 kilogram per buah. Bahkan, sekitar 75% hasil panen sudah terserap pada pagi hari saat kegiatan panen berlangsung.
Capaian ini menandai perkembangan usaha KWT Rosella yang sebelumnya berfokus pada sayuran hidroponik. Kini, mereka mulai membudidayakan tiga varietas melon premium, yakni Melon The Blues, Melon Sweety Lavender, dan Melon Honey Globe.

Dari Kendala Lahan ke Peluang Bisnis Baru
KWT Rosella berdiri sejak 2013, tetapi kegiatan pertaniannya sempat menghadapi berbagai tantangan. Pertanian konvensional di lahan terbuka membuat anggota kelompok rentan terhadap banjir dan serangan hama, sementara keterbatasan lahan menyulitkan pengembangan usaha.
PEP Sangasanga Field mulai mendukung kelompok ini pada 2025 melalui penyediaan greenhouse dan pendampingan budidaya sayuran hidroponik. Setelah berhasil melewati dua siklus panen sayuran, KWT Rosella memperluas usahanya ke komoditas melon pada 2026.
Head of Communication, Relations & CID Zona 9 Dharma Saputra menilai keberhasilan tersebut menunjukkan potensi teknologi hidroponik dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi.
“Keberhasilan KWT Rosella dalam menjaga panen hingga 95% di tengah tantangan iklim adalah bukti bahwa integrasi teknologi hidroponik dapat menjadi motor penggerak bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Dharma.
Melon Bertahan Saat Sayuran Terkendala Kemarau
Bagi KWT Rosella, pengembangan melon premium juga memberi alternatif ketika cuaca mengganggu produksi sayuran. Ketua KWT Rosella mengungkapkan bahwa pendampingan perusahaan membantu kelompok menjaga pemasukan melalui komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Di tengah kemarau yang membuat sayuran hidroponik layu, melon justru dapat bertahan sehingga pemasukan kelompok tetap terjaga,” ujarnya.
Untuk memperluas pasar, kelompok mulai memanfaatkan media sosial dan sistem pemesanan awal atau open pre-order. Strategi tersebut membuka kesempatan bagi KWT Rosella untuk menjangkau pembeli lebih luas sekaligus mengembangkan usaha secara bertahap.
Program POLIPONIK melibatkan 15 perempuan, termasuk tiga anggota lanjut usia dan tiga anggota berstatus janda. Selain memperkenalkan teknik pertanian baru, program ini mendorong anggota mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi secara bersama-sama.
Camat Sangasanga Sudarmadi turut mengapresiasi dukungan perusahaan terhadap masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PEP Sangasanga Field yang telah aktif memajukan taraf hidup masyarakat melalui program pemberdayaan,” ujar Sudarmadi.
PEP Sangasanga Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan program pemberdayaan masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi dan keberlanjutan di sekitar wilayah operasinya. (***)
Leave a comment