Home MIGAS Banjir Sempat Bikin Produksi Nol, Kini Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru!
MIGAS

Banjir Sempat Bikin Produksi Nol, Kini Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru!

Share
Banjir Sempat Bikin Produksi Nol, Kini Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru!
Share

Aceh Tamiang, Situsenergi.com

Pertamina EP Rantau Field tancap gas memulihkan produksi minyak dan gas bumi setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Tak hanya mengembalikan produksi ke level stabil 1.700 barel per hari, perusahaan juga sudah memulai pengeboran lima sumur baru di tengah proses pemulihan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional sekaligus menggali potensi cadangan migas di wilayah Aceh Tamiang. Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan timnya terus mempercepat pemulihan fasilitas dan kegiatan produksi.

“Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional,” ujar Tomi.

Lima Sumur Baru Dibor di Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau telah memulai pengeboran sumur RNT DZ-51 dan RNT DZ-52 di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru. Kedua sumur tersebut menggunakan Rig APS-752 berkapasitas 550 HP, dengan kedalaman akhir masing-masing 1.145 MMD dan 1.037 MMD.

Sementara itu, perusahaan juga mengebor sumur RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33 di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru. Sumur RNT DZ-11 menggunakan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP dengan kedalaman akhir 1.132 MMD, sedangkan dua sumur lainnya masih dalam proses pengeboran.

Pengeboran tersebut mendukung upaya perusahaan mempertahankan produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagai bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1, PEP Rantau juga menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG dalam kegiatan operasionalnya.

Listrik Jadi Kunci Kebangkitan Produksi

Pemulihan tidak berjalan mudah. Banjir dengan ketinggian sekitar 4–4,5 meter dan endapan lumpur setebal 30–80 sentimeter merusak fasilitas produksi, perkantoran, serta permukiman pekerja.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Salah satu tantangan terbesar muncul ketika pembangkit listrik dan instalasi pengolahan air terdampak. Tanpa listrik, pompa air tidak berfungsi dan kegiatan produksi minyak sempat berhenti total.

Tim kemudian mencari solusi agar pembangkit listrik kembali beroperasi. Mereka memilih memanfaatkan SP-5 yang telah dimodifikasi untuk menggantikan fungsi High Pressure Compressor Station (HPCS) yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.

Saat ini, pasokan gas untuk pembangkit listrik berasal dari SP-5 dan SP-1. Inovasi tersebut membantu memulihkan sistem kelistrikan dan mendorong produksi kembali meningkat.

“Setiap ujian tentunya ada hikmah. Salah satu hikmahnya adalah kami melakukan simplifikasi di beberapa fasilitas. Ketika listrik sudah teratasi perlahan produksi yang sebelumnya nol barel mulai bergerak naik,” kata Tomi.

Pulih Empat Bulan, Produksi Sempat Tembus 2.000 Barel

Upaya pemulihan bertahap membawa hasil dalam waktu sekitar empat bulan. Pada Mei dan Agustus 2026, produksi minyak PEP Rantau Field sempat mencapai 2.000 barel per hari, melampaui kondisi sebelum banjir, sebelum kemudian stabil di angka 1.700 barel per hari.

Tomi menyebut bantuan personel dari berbagai wilayah operasi Pertamina, seperti Pangkalan Susu, Jambi, Lirik, dan Ramba, ikut mempercepat pemulihan fasilitas.

“Pertamina ini satu keluarga, jika satu tertimpa musibah yang lain datang membantu,” ujarnya.

Atas percepatan pemulihan produksi tersebut, SKK Migas memberikan penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field pada 8 April 2026. Perusahaan juga memastikan pekerja pengeboran mengikuti pelatihan dan sertifikasi keselamatan kerja, termasuk Basic HSSE Training, Corporate Life Saving Rules, dan Pertamina Well Control.

Di tengah pemulihan pascabencana, pengeboran lima sumur baru menandai langkah lanjutan PEP Rantau untuk menjaga produksi sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan energi Indonesia. (***)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bukan Cuma Migas, PIEP Borong Penghargaan Berkat Program Pendidikan Anak di Luar Negeri

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mencatat prestasi di...

Gandeng KPK, Pertamina Perkuat Aturan Main Pengambilan Keputusan Bisnis Migas

Jakarta, Situsenergi.com Keputusan bisnis di sektor minyak dan gas bumi (migas) menuntut...

Sumur Migas yang Lama Menganggur Dibidik Elnusa, Begini Jurusnya Genjot Produksi

Jakarta, Situsenergi.com PT Elnusa Tbk (ELSA) mengandalkan teknologi Hydraulic Workover Unit (HWU)...

38 UMKM Pertamina Serbu INACRAFT 2026, Incar Peluang Bisnis Setelah Transaksi Rp4,7 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina kembali membawa puluhan pelaku usaha lokal ke panggung pameran...