Jakarta, Situsenergi.com
Ladang minyak raksasa baru siap digarap di Tanah Air! PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi menandatangani Kontrak Bagi Hasil (KBH) Migas Non Konvensional (MNK) Rokan melalui PT PHE Rokan Nonkonvensional. Langkah besar ini menjadi awal sejarah baru bagi sektor energi nasional.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Lapangan migas konvensional yang makin tua memaksa PHR berburu sumber daya baru demi menjaga pasokan minyak nasional.
Pengembangan MNK Rokan berawal dari kesuksesan pengeboran sumur Gulamo DET-1 pada 2023 dan Kelok DET-1 pada 2024 di struktur North Aman. Hasil pengujian di area tersebut mencatat potensi sumber daya terambil (recoverable resources) yang sangat fantastis, yakni mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE)!
Angka raksasa ini baru dari North Aman saja. PHR masih mengantongi peluang emas di struktur lain seperti South Aman, Rangau, hingga Balam.
Pemerintah pun tak mau kehilangan momentum. Lewat Keputusan Menteri ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026, pemerintah memberikan kepastian regulasi, skema cost recovery dengan split adaptif, hingga insentif investasi yang bikin proyek ini makin menarik.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa potensi raksasa ini harus segera diubah menjadi produksi nyata.
“Rokan kita dorong menjadi pionir sekaligus pembuktian bahwa Migas Non Konvensional dapat dikembangkan secara komersial di Indonesia,” tegas Djoko.
Djoko menambahkan, keberhasilan di Rokan bakal membuka jalan lebar bagi eksploitasi MNK di wilayah lain.
“Kalau MNK Rokan berhasil, ini akan membuka jalan bagi pengembangan potensi MNK di wilayah lain dan menjadi sumber baru untuk mendukung peningkatan produksi serta ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza juga menyebut proyek ini sebagai langkah awal membangun ekosistem energi masa depan. Menurutnya, MNK membutuhkan integrasi teknologi tinggi dan SDM tangguh yang berbeda dari migas konvensional.
“Rokan menjadi starting point bagi Pertamina dan Indonesia untuk membangun learning curve tersebut,” kata Oki.

Sementara itu, Direktur Utama PHE Sunaryanto optimistis MNK bakal menyumbang produksi minyak nasional secara signifikan. Senada, Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menyebut KBH MNK Rokan sebagai game changer dan fondasi baru bagi investasi energi Indonesia. ***
Leave a comment