Jakarta, situsenergi.com
Keterbatasan fisik tak menghalangi Kelompok Pandawa Patra di Boyolali, Jawa Tengah, untuk membangun kemandirian. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, kelompok ini mengembangkan pertanian, peternakan, hingga energi terbarukan.
Local Hero Pandawa Patra Haryono mengatakan kelompok tersebut mulai dirintis pada 2017 dengan tujuh anggota penyandang disabilitas. Kala itu, keterbatasan fasilitas membuat kegiatan belajar masih berlangsung sederhana di rumah.

“Pertamina tidak langsung memberikan bantuan, tetapi lebih dulu berdiskusi, memetakan kebutuhan kami, lalu menyusun program yang sesuai dengan kondisi anggota,” ujar Haryono.
Integrated Farming Jadi Jalan Pemberdayaan
Pendampingan Pertamina mulai berjalan pada akhir 2021. Setelah memetakan potensi anggota, Pandawa Patra memilih konsep integrated farming yang menggabungkan pertanian dan peternakan.
Kini, Pandawa Patra memiliki 29 anggota. Sebanyak 24 orang merupakan penyandang disabilitas beserta keluarga, sedangkan lima lainnya berasal dari keluarga rentan.
Kelompok tersebut juga memanfaatkan limbah kotoran sapi untuk menghasilkan biogas sebagai sumber listrik. Inovasi itu menjadi bagian dari konsep DEB yang mendorong kemandirian energi dan ekonomi masyarakat.
“Pandawa Patra bukan tempat mencari uang, tetapi tempat belajar. Kalau ingin gagal, silakan gagal di sini,” tegas Haryono.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan kisah Pandawa Patra membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk mandiri.

“Dengan keterbatasan yang mereka miliki, anggota DEB Pandawa Patra menjadi tempat untuk menumbuhkan kemandirian anggota kelompok,” ujar Baron. (*)
Leave a comment