Balikpapan, situsenergi.com
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mempercepat langkah menuju fase operasi penuh proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe setelah membukukan sejumlah pencapaian penting sepanjang 2025.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, perusahaan mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun strategi menghadapi tahap operasional proyek strategis nasional tersebut.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menilai capaian proyek dan kinerja keuangan KPB menunjukkan perkembangan positif. “Tantangan berikutnya adalah memastikan RDMP Balikpapan dapat beroperasi secara stabil dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bagi PT KPB, Pertamina, dan negara semakin nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Sepanjang 2025, KPB menuntaskan First Loading Catalyst Unit RFCC serta menguji kapasitas CDU IV hingga 300 ribu barel per hari dengan kualitas produk sesuai spesifikasi. Bersama CDU V berkapasitas 60 ribu barel per hari, total kapasitas Kilang Balikpapan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari.
Di Lawe-Lawe, commissioning Single Point Mooring untuk kapal VLCC hingga 320.000 DWT berhasil dilanjutkan dengan pengisian tangki crude baru dan transfer minyak mentah perdana menuju kilang.

Direktur Utama PT KPB Bambang Harimurti mengatakan pencapaian tersebut menjadi fondasi menuju operasi penuh pada 2026. “Tantangan tahun 2026 adalah memastikan operasional RFCC dan unit-unit prioritas berjalan aman, andal, dan optimal,” katanya.
RDMP Balikpapan menargetkan peningkatan kapasitas kilang dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, kenaikan Nelson Complexity Index dari 3,7 menjadi 8,0, serta peningkatan kualitas bahan bakar dari Euro II menjadi Euro V yang lebih ramah lingkungan.

KPB juga meraih berbagai penghargaan dan terus menjalankan program sosial, mulai dari rehabilitasi sekolah, penanaman 600 mangrove, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas. Dari sisi pendanaan, perusahaan memperoleh peringkat idAAA(sf) untuk pembiayaan proyek dan idBBB+(sa) sebagai peringkat mandiri dari PEFINDO.
VP Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman menegaskan komitmen perusahaan menjaga kinerja dan memastikan proyek memberikan manfaat berkelanjutan. (*)
Leave a comment