Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencetak kinerja impresif sepanjang 2025. Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini berhasil menghemat biaya operasional hingga USD12,8 juta dan langsung mengamankan penghargaan Exceeding KPI Target Stretch di ajang OPTIMUS Award 2025.
Efisiensi tersebut lahir dari 21 inisiatif strategis yang dijalankan secara konsisten. Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menegaskan capaian ini tidak lepas dari implementasi program OPTIMUS yang mendorong efisiensi menyeluruh di lini operasional.
“Melalui OPTIMUS, kami menekankan efisiensi dari sisi teknologi, integrasi pengadaan, hingga pemanfaatan fasilitas bersama. Ini menjadi bagian dari budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif,” ujar Avep, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, perusahaan tetap menjaga standar HSSE serta integritas peralatan di tengah upaya efisiensi tersebut. Dengan kata lain, penghematan tidak mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan operasional.
Di sisi lain, Manager General Services sekaligus TCO Coordinator OPTIMUS Pertamina Drilling 2025, Dodik Prasetyo, mengungkapkan performa tahun ini melampaui target internal perusahaan. Ia menyebut jumlah inisiatif meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertamina Drilling mencatatkan 21 inisiatif Project Charter, meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024. Pencapaian OPTIMUS 2025 cukup impresif dengan melebihi KPI stretch,” jelasnya.

Sebagai informasi, program OPTIMUS dikembangkan PHE untuk mengoptimalkan biaya operasional sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis dan kapasitas investasi. Ajang OPTIMUS Award sendiri rutin digelar setiap tahun untuk mengapresiasi kontribusi nyata dalam transformasi sektor energi nasional.(DIN/GIT)
Deskripsi:
PDSI hemat USD12,8 juta lewat 21 inisiatif dan raih penghargaan OPTIMUS Award 2025.
Leave a comment