Home MIGAS Puskepi : Minyak dari KKKS Asing Wajib Dijual ke Pertamina Demi Kepentingan Nasional
MIGAS

Puskepi : Minyak dari KKKS Asing Wajib Dijual ke Pertamina Demi Kepentingan Nasional

Share
Puskepi : Minyak dari KKKS Asing Wajib Dijual ke Pertamina Demi Kepentingan Nasional
Share

Jakarta, situsenergi.com

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) sekaligus Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria, mendesak pemerintah agar mewajibkan seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), termasuk perusahaan asing yang beroperasi di sektor hulu migas Indonesia, untuk menjual minyak hasil produksinya kepada Pertamina guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Sofyano, Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor minyak dan BBM dari luar negeri. Padahal, Indonesia masih memiliki produksi minyak dari berbagai wilayah kerja migas yang dioperasikan oleh KKKS, baik perusahaan nasional maupun asing.

“Data SKK Migas menunjukkan produksi minyak Indonesia saat ini berada di kisaran sekitar 600 ribu barel per hari, atau sekitar 219 juta barel per tahun. Produksi ini berasal dari berbagai KKKS yang beroperasi di Indonesia,” kata Sofyano Zakaria dalam keterangannya kepada media. 

Ia menjelaskan bahwa jumlah produksi tersebut sebenarnya sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Namun dalam praktiknya, sebagian minyak mentah dari kontraktor tersebut masih berpotensi dijual atau dialokasikan ke pasar luar negeri sesuai mekanisme kontrak dan perdagangan global.

Menurut Sofyano, kondisi tersebut membuat Indonesia tetap harus mengimpor minyak dan BBM dalam jumlah besar. Bahkan data energi menunjukkan bahwa Indonesia masih mengimpor ratusan juta barel minyak setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. 

Karena itu, Sofyano menilai sudah saatnya pemerintah membuat kebijakan yang lebih tegas agar minyak yang diproduksi di wilayah Indonesia diprioritaskan untuk kebutuhan nasional.

“Minyak yang dihasilkan dari bumi Indonesia seharusnya lebih dulu dipakai untuk rakyat Indonesia. Karena itu, KKKS yang beroperasi di Indonesia seharusnya diwajibkan menjual minyaknya kepada Pertamina sebagai perusahaan energi nasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa jika minyak tersebut dijual ke Pertamina, maka ada beberapa manfaat besar bagi masyarakat Indonesia.

Pertama, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor minyak, sehingga devisa negara tidak terus keluar dalam jumlah besar. Kedua, pasokan BBM dalam negeri akan lebih terjamin, sehingga risiko kelangkaan atau gangguan distribusi dapat ditekan. Ketiga, negara dapat menghemat anggaran energi, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Sebaliknya, jika minyak dari wilayah Indonesia justru dijual ke luar negeri, maka Indonesia akan mengalami kerugian. Negara harus kembali membeli minyak dari pasar internasional dengan harga yang lebih mahal, sementara minyak yang berasal dari dalam negeri justru dinikmati oleh negara lain.

“Ini ibarat kita punya hasil kebun sendiri tetapi justru dijual keluar, lalu kita membeli kembali dari luar dengan harga lebih mahal. Ini jelas tidak sehat bagi ketahanan energi nasional,” ujar Sofyano.

Karena itu, Sofyano berharap pemerintah segera memperkuat regulasi agar minyak hasil produksi KKKS diprioritaskan untuk kebutuhan nasional melalui Pertamina.

“Langkah ini penting agar kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” pungkasnya.(ebs)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

UMiMAX Pertamina Bikin Harapan Baru: Dari Korban PHK Jadi Pengusaha Kopi Keliling

Jakarta, situsenergi.com Kisah bangkit dari keterpurukan kembali muncul dari program pemberdayaan ultra...

Satgas RAFI 2026: Pertamina Siaga 24 Jam, Stok BBM hingga Avtur Dijamin Aman Saat Idulfitri

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi jelang Idulfitri 1447...

Sofyano Zakaria: Percaya Pertamina Patra Niaga Mampu Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Jakarta, situsenergi.com Pengamat kebijakan energi dan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),...

Pertamina Siaga Mudik Idulfitri 1447 H, Dirut Pastikan BBM hingga LPG Aman

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapan penuh mengawal arus mudik Idulfitri...