Home LISTRIK Tak Menunggu Aman, Listrik Aceh Bangkit Lebih Cepat Pascabanjir dan Longsor
LISTRIK

Tak Menunggu Aman, Listrik Aceh Bangkit Lebih Cepat Pascabanjir dan Longsor

Share
Tak Menunggu Aman, Listrik Aceh Bangkit Lebih Cepat Pascabanjir dan Longsor
Tampak udara gemerlap lampu pada malam hari pascapulihnya kelistrikan Kota Banda Aceh (18/12).
Share

Banda Aceh, situsenergi.com

Sebagian besar wilayah Aceh kini kembali menikmati aliran listrik setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah daerah pada akhir November lalu. Pemulihan ini tidak datang dengan mudah. Di balik nyalanya listrik, ada keputusan krusial: memulai perbaikan sejak fase awal bencana, tanpa menunggu kondisi benar-benar aman.

Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai langkah tersebut menjadi kunci utama percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh. Menurut dia, menunda perbaikan justru berisiko memperpanjang pemadaman dan memperbesar dampak sosial-ekonomi.

“Dalam konteks kelistrikan pascabencana, menunggu kondisi sepenuhnya aman justru berisiko memperpanjang gelap. Yang terjadi di Aceh, pemulihan dimulai saat akses masih terbatas dan medan belum bersahabat,” ujar Sofyano, Senin (22/12/2025).

Bencana kali ini berdampak luas, dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi. Gangguan tidak hanya merusak jaringan distribusi di permukiman warga, tetapi juga mengusik infrastruktur utama yang menopang sistem kelistrikan antardaerah. Situasi tersebut membuat pemulihan tidak bisa dilakukan secara berurutan atau menunggu satu titik selesai lebih dulu.

Sejak hari-hari awal pascabencana, tim di lapangan bekerja di tengah jalan terputus, lumpur tebal, cuaca ekstrem, serta potensi banjir susulan. Dalam kondisi itu, strategi kerja pun berubah. Distribusi material dan peralatan dilakukan lewat jalur alternatif, termasuk udara, sementara petugas menjangkau daerah terisolasi dengan transportasi khusus.

Di beberapa jalur transmisi krusial, pembangunan tower darurat dilakukan menggunakan alat berat yang dimodifikasi. Langkah ini bertujuan mengamankan sistem utama agar pemadaman tidak meluas ke wilayah lain yang sebenarnya siap dipulihkan.

“Pekerjaan berlangsung dalam situasi yang terus berubah. Tekanan waktu sangat tinggi, tetapi aspek keselamatan tetap menjadi prioritas,” kata Sofyano.

Ia menegaskan, pengamanan sistem utama sejak awal menentukan seberapa cepat dampak pemadaman bisa ditekan. Setelah jaringan utama tersambung, proses penyalaan listrik dilakukan bertahap melalui sinkronisasi dan penstabilan sistem untuk mencegah gangguan lanjutan.

Hingga kini, mayoritas wilayah Aceh telah kembali terang. Sementara itu, pemulihan masih berlanjut di beberapa lokasi dengan tingkat kerusakan tinggi dan akses yang belum sepenuhnya pulih.

Tampak suasana malam hari Kota Banda Aceh pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

“Ini menunjukkan terang yang dirasakan masyarakat hari ini bukan hasil dari menunggu kondisi ideal, melainkan dari keberanian memulai pemulihan sejak awal di tengah keterbatasan,” tutup Sofyano. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PLTA Sipansihaporas Bukan Cuma Listrik Hijau, Ini Bukti Nyatanya Saat Banjir Sumatra Mengamuk

Jakarta, Situsenergi.com Hujan deras berhari-hari membuat warga di Kabupaten Tapanuli Tengah hidup...

Listrik Jadi Penyelamat! PLN Salurkan 1.000 Genset ESDM untuk Warga Aceh Pascabencana

Aceh, situsenergi.com Aceh perlahan bangkit setelah banjir dan longsor memutus jaringan listrik...

Warga Mulai Huni Huntara Danantara Aceh Tamiang, Listrik PLN Langsung Nyala & Personel Siaga

Aceh Tamiang, situsenergi.com Warga terdampak bencana di Aceh Tamiang mulai menempati Hunian...

EV Ngebut Saat Nataru! Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak 479%, Sinyal Perubahan Pola Mudik

Jakarta, situsenergi.com Tren kendaraan listrik (EV) kian terasa nyata saat libur panjang...