Home LISTRIK PLN Gandeng Uni Eropa Percepat Pembangunan Listrik Hijau dan Target NZE 2060
LISTRIK

PLN Gandeng Uni Eropa Percepat Pembangunan Listrik Hijau dan Target NZE 2060

Share
PLN Gandeng Uni Eropa Percepat Pembangunan Listrik Hijau dan Target NZE 2060
Suasana acara Stakeholder Meeting kerja sama PT PLN (Persero) dengan Uni Eropa, KfW Development Bank, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk proyek pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) _pumped storage hydropower_ berskala besar di Sumatra Utara dan Jawa Timur pada Jumat (7/11) di Kantor PLN di Jakarta.
Share

Jakarta, situsenergi.com

PLN kembali tancap gas memperkuat agenda transisi energi lewat kerja sama strategis dengan Uni Eropa, KfW Development Bank, dan PT SMI. Sinergi ini mendukung pembangunan dua proyek pumped storage berskala besar di Simalungun, Sumatra Utara, dan Pacitan, Jawa Timur—dua wilayah yang masuk prioritas pengembangan energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034.

Dukungan Uni Eropa dan KfW hadir melalui bantuan teknis senilai EUR 6 juta untuk menyusun studi kelayakan kedua proyek tersebut. PLN, KfW, dan PT SMI juga meneken Head of Agreement sebagai langkah awal penguatan investasi infrastruktur listrik hijau.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menegaskan komitmen PLN untuk membuka akses investasi berkelanjutan, termasuk pembiayaan inovatif yang mampu mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. “Kolaborasi ini membuat PLN bisa memperluas kapasitas teknis sekaligus mengelola portofolio investasi energi bersih secara optimal,” tegasnya.

Selain itu, EVP Keuangan Korporat PLN Maya Rani Puspita menilai pumped storage berperan besar dalam memperkuat fleksibilitas sistem kelistrikan nasional dan meningkatkan integrasi EBT. Ia menyebut kerja sama internasional ini sebagai momentum untuk mempercepat target Net Zero Emissions 2060.

Proyek Sumatra Pumped Storage akan memanfaatkan Danau Toba sebagai reservoir bawah dengan nilai investasi sekitar USD 582 juta. Sementara proyek Grindulu Pumped Storage di Pacitan—yang memiliki kapasitas total 1.000 MW—membutuhkan investasi hingga USD 1,3 miliar. Keduanya menjadi bagian dari paket pembiayaan Team Europe senilai EUR 3,4 miliar.

Perwakilan Uni Eropa Jerome Pons menegaskan pumped storage sebagai komponen penting untuk menstabilkan jaringan listrik berbasis energi terbarukan. Dari dalam negeri, PT SMI memastikan siap mendukung pembiayaan hijau agar proyek berjalan berkelanjutan.

Kolaborasi ini melanjutkan komitmen dari COP28 Dubai 2023 dan menandai langkah nyata PLN bersama mitra global dalam mempercepat pembangunan energi bersih yang berkeadilan. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PLTA Sipansihaporas Bukan Cuma Listrik Hijau, Ini Bukti Nyatanya Saat Banjir Sumatra Mengamuk

Jakarta, Situsenergi.com Hujan deras berhari-hari membuat warga di Kabupaten Tapanuli Tengah hidup...

Listrik Jadi Penyelamat! PLN Salurkan 1.000 Genset ESDM untuk Warga Aceh Pascabencana

Aceh, situsenergi.com Aceh perlahan bangkit setelah banjir dan longsor memutus jaringan listrik...

Warga Mulai Huni Huntara Danantara Aceh Tamiang, Listrik PLN Langsung Nyala & Personel Siaga

Aceh Tamiang, situsenergi.com Warga terdampak bencana di Aceh Tamiang mulai menempati Hunian...

EV Ngebut Saat Nataru! Konsumsi Listrik di SPKLU Melonjak 479%, Sinyal Perubahan Pola Mudik

Jakarta, situsenergi.com Tren kendaraan listrik (EV) kian terasa nyata saat libur panjang...