Home MIGAS PGE Luncurkan Pilot Project Green Hydrogen, Dukung Transisi Energi Bersih
MIGAS

PGE Luncurkan Pilot Project Green Hydrogen, Dukung Transisi Energi Bersih

Share
PGE luncurkan Pilot Project Green Hydrogen berbasis panas bumi untuk dukung transisi energi bersih dan target Net Zero Emission 2060.
Share

Jakarta, situsenergi.com

Apakah energi bersih menjadi prioritas Anda? Pilot Project Green Hydrogen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) hadir sebagai inovasi untuk mendukung transisi energi rendah karbon. Seperti dilansir Situsenergi.com, proyek ini resmi diluncurkan di Ulubelu, Tanggamus, Lampung pada 9 September 2025, menjadi tonggak transformasi bisnis PGE dan Pertamina Group menuju industri ramah lingkungan.

Green Hydrogen Berbasis Panas Bumi

Proyek ini memanfaatkan energi panas bumi untuk menghasilkan hidrogen hijau dengan kapasitas hingga 100 kg per hari dan efisiensi 82-88 persen. Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan bahwa fasilitas ini tidak sekadar pusat inovasi, tetapi juga dapat direplikasi di wilayah panas bumi lain. “Ini sekaligus membuka peluang percepatan off-grid solution untuk transportasi dan industri rendah karbon,” ujar Julfi pada Kamis (11/9/2025).

Dukungan Pemerintah dan Target Net Zero Emission

Inisiatif ini mendapat dukungan Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Proyek ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah. PGE menegaskan bahwa pengembangan green hydrogen akan menjadi fondasi penting untuk solusi energi masa depan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Pertamina Group dalam transisi energi bersih.

Ekspansi Panas Bumi dan Energi Hijau

Selain proyek hidrogen, PGE terus memperluas kapasitas panas bumi melalui PLTP Gunung Tiga (55 MW), PLTP Lumut Balai Unit 2 (55 MW), serta rencana pengembangan Lumut Balai Unit 3 dan 4 dan PLTP Hululais (2×55 MW). Julfi menambahkan, peta jalan ke depan juga mencakup hilirisasi green amonia dan green metanol sebagai bagian strategi energi masa depan.

Transformasi Bisnis PGE

Dengan pilot project ini, PGE menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan. Proyek Green Hydrogen tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat ekosistem energi bersih di Indonesia. Julfi menekankan bahwa keberhasilan pilot project ini akan menjadi model bagi pengembangan proyek serupa di seluruh wilayah panas bumi Indonesia. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Produksi Migas PHE Tembus 1 Juta BOEPD, Temuan Cadangan Baru Bikin Ketahanan Energi Makin Kuat

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat capaian besar sepanjang 2025...

Isu Geopolitik Memanas, PIEP Perkuat Diplomasi dan CSR demi Jaga Bisnis Migas di 10 Negara

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memperkuat strategi diplomasi...

Badak LNG Bikin Kejutan! Produksi Lampaui Target Meski Pasokan Gas Turun, Tata Kelola Raih Predikat Sangat Baik

Jakarta, Situsenergi.com PT Badak NGL (Badak LNG) membukukan kinerja positif sepanjang 2025...

UMKM Tabalong Melesat Berkat CSR PEP Tanjung Field, Olahan Ikan hingga Seragam Bekas Kini Bernilai Ekonomi

Tabalong, Situsenergi.com Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP (PEP) Tanjung...