Home MIGAS Kebijakan Distribusi BBM Bersubsidi Masih Dikaji
MIGAS

Kebijakan Distribusi BBM Bersubsidi Masih Dikaji

Share
Kebijakan Distribusi BBM Bersubsidi Masih Dikaji
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih tengah mengkaji kebijakan baru terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna memastikan penyaluran yang lebih tepat sasaran. Dalam rancangan aturan tersebut, kendaraan umum dan roda dua akan menjadi prioritas penerima BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, menyatakan bahwa rencana pembatasan penerima subsidi ini masih dalam tahap penyempurnaan. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk membuka ruang diskusi publik guna mendapatkan masukan terkait aturan tersebut.

“Usulan pembatasan bagi angkutan umum dan kendaraan roda dua sedang didalami. Kami mencari formulasi yang tidak akan mengganggu konsumen, namun tetap memastikan kuota BBM bersubsidi tidak terlampaui,” ujar Agus dalam acara Coffee Morning Energy Edition bertema “Subsidi BBM Tepat Sasaran untuk Indonesia Maju” di Jakarta, dalam pernyataannya, dikutip Kamis (19/09/2024).

Usulan ini awalnya disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dalam diskusi yang sama. Menurut Sugeng, langkah ini penting agar subsidi BBM dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Sudah saatnya kita pertimbangkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Saya mengusulkan hanya kendaraan umum dan roda dua yang diperbolehkan mengakses Pertalite dan Biosolar bersubsidi,” tegas Sugeng.

Pembatasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola subsidi energi di Tanah Air. Untuk memastikan kebijakan tersebut efektif dan berkeadilan, diperlukan kajian yang mendalam serta keterlibatan berbagai pihak terkait.

Senada dengan Sugeng, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rachmat Kaimuddin, menuturkan bahwa pemerintah masih melakukan kajian mendalam terhadap usulan tersebut.

“Kami sepakat kendaraan roda dua dan angkutan umum tetap diizinkan menggunakan Pertalite. Namun, kriteria bagi Ùª lainnya masih dalam pembahasan lebih lanjut,” kata Rachmat. (SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sumur BN-38 Bikin Produksi Migas Pertamina EP Bunyu Meledak, Naik dari 8 Jadi 733 Barel

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field mencatat lonjakan produksi dari...

PHE Berbagi Makin Besar, 2.200 Anak Yatim dari 70 Yayasan Dapat Santunan

Tangerang, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali memperluas aksi sosial melalui...

Komisi VI DPR Dukung PHE Genjot Produksi Migas, Ketahanan Energi Jadi Sorotan

Jawa Barat, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendapat dukungan Komisi VI...

Pipa Gas Medco Bocor di Musi Rawas, Perbaikan Terkendala Hujan dan Lumpur

Jakarta, Situsenergi.com Kebocoran pipa gas di wilayah Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi...