Home LISTRIK PLN EPI dan Warga Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat
LISTRIK

PLN EPI dan Warga Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat

Share
PLN EPI dan Warga Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat
Share

Jakarta, situsenergi.com

Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen untuk menciptakan budaya Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan (K3) di lingkungan masyarakat melalui workshop pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun dan pemanfaatan limbah kantong kresek menjadi Casing Handphone yang dilaksanakan pada (28/6) di Jakarta.

Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, PLN EPI berkolaborasi dengan “Kertabumi Recycling Center” yang telah sukses dalam mengembangkan konsep sustainable lifestyle melalui kegiatan daur ulang sampah.

Dalam workshop ini dipaparkan bahan dan proses pembuatannya dan terdapat 3 (tiga) metode pembuatan sabun dari minyak jelantah, yaitu Metode Cold Press (CP), Metode Hot Process (HP), dan Metode Melt & Pour (MP). Untuk kegunaan sabun, minyak jelantah ini sendiri dapat digunakan untuk membersihkan lantai ataupun membersihkan kamar mandi serta benda lain yang tidak bersentuhan dengan makanan.

Diketahui bahwa minyak jelantah merupakan limbah barang berbahaya dan beracun (B3) sehingga pembuangannya harus dengan cara yang benar dan tepat. Jika tidak diproses dengan benar, maka minyak jelantah ini akan berdampak pada lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah.

Direktur PLN EPI, Iwan Agung Firstantara mengungkapkan komitmen PLN EPI terhadap budaya K3 ini ditunjukkan dari pemaparan mengenai hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sabun dari minyak jelantah, seperti selalu gunakan alat pelindung diri, sarung tangan, masker, dan kacamata.

”Jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung diri dan menggunakan bahan aluminium. Hal yang perlu diingat bahwa soda api yang merupakan bahan campuran pembuat sabun merupakan bahan berbahaya dan perlu dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan”, ungkap Iwan.

Dengan dilaksanakannya workshop ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga beserta penerapan K3 di lingkungan masyarakat.

Selain diajarkan membuat sabun dari limbah minyak jelantah, 63 peserta workshop yang terdiri dari warga sekitar kantor dan pegawai PLN EPI juga diajarkan untuk membuat casing handphone dari limbah kantong kresek/plastik.

Limbah plastik sendiri merupakan limbah yang memerlukan penindakan lebih, karena sifatnya yang membutuhkan waktu lama serta susah untuk didaur ulang. Untuk itu pengolahan lebih lanjut dari limbah kantong plastik sangat diperlukan.

Dian Sutopo, salah satu peserta mengungkapkan bahwa program ini dapat meningkatkan kesadaran sekaligus melahirkan kebiasaan untuk menerapkan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan.

“Terima kasih PLN EPI atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan juga mengajarkan mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat,” tutupnya.(SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pemerintah Siapkan Skema Insentif Nonfiskal dan Fiskal untuk Mobil Hybrid serta REEV

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pemberian insentif nonfiskal bagi...

Kemarau Bikin PLTA Tertekan, PLN Gaspol Tambah Daya 50 MW di Sulawesi!

Sigi, Situsenergi.com Ancaman penurunan pasokan listrik akibat kemarau berkepanjangan mendorong PT PLN...

Bayar Listrik Tak Perlu Jauh-jauh! PLN Gandeng Koperasi Merah Putih di Jabar

Bandung, Situsenergi.com Warga desa di Jawa Barat berpeluang mengakses layanan transaksi listrik...

Listrik Gratis Masuk Dusun Karawang, Kisah Warga Ini Bikin Haru!

Karawang, Situsenergi.com Pemerintah bersama PT PLN (Persero) mempercepat pemerataan akses listrik melalui...