Home MIGAS Dorong Investasi Migas, Pemerintah Beri Kemudahan bagi Investor
MIGAS

Dorong Investasi Migas, Pemerintah Beri Kemudahan bagi Investor

Share
Dorong Investasi Migas, Pemerintah Beri Kemudahan bagi Investor
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (kanan) bersama Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kiri) memberikan keterangan usai mengikuti program Penguatan Antikorupsi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) untuk para penyelenggara negara di kantor KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Program yang diselenggarakan KPK tersebut merupakan upaya pencegahan yang salah satunya diimplementasikan melalui pendidikan untuk membangun integritas bagi penyelenggara negara sehingga tidak korupsi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi minyak dan gas bumi (migas) yang kondusif, sejalan dengan penurunan investasi migas karena peralihan fokus investasi perusahaan minyak internasional ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan, investasi migas Indonesia pada 2022 mencapai USD13,9 miliar pada tahun 2022, sejalan dengan penyesuain target lifting migas, di mana untuk minyak hanya sebesar 665 MBOEPD dan gas sebesar 941 MBOEPD pada tahun 2022.

“Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui fleksibilitas kontrak (PSC Cost Recovery atau PSC Gross Split), perbaikan syarat dan ketentuan pada putaran penawaran, pemberian insentif seperti tax allowance, fasilitas bea masuk, dan pembebasan pajak, serta menciptakan kemudahan dan penyederhanaan proses perizinan melalui mekanisme permohonan secara online,” kata Arifin.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah mengincar eksplorasi cekungan migas, terutama untuk lima wilayah eksplorasi di wilayah timur, antara lain Warim, Timor, Buton, Seram, dan Aru.

“Potensi gas alam kita sangat besar, dari Timur hingga Barat Indonesia. Gas bumi akan tetap menjadi bagian signifikan dari bauran energi Indonesia. Pemerintah juga memandang pentingnya gas bumi sebagai energi transisi sebelum beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan dalam jangka panjang,” jelas Arifin.

Selain itu, Arifin juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur untuk penyaluran gas bumi sudah memasuki tahap pengembangan, seperti ruas Cirebon-Semarang, yang diharapkan dapat selesai pada 2025.

“Kemudian kita akan melanjutkan pembangunan pada ruas Dumai dan Sei Mangke di Sumatera Utara. Maka dari itu, dengan menyelesaikan ruas ini pada 2027 atau 2028, semua ruas dari bagian utara pulau Sumatera sampai timur Pulau Jawa akan tersambung, dan kita siap untuk mengamankan suplai gas dari proyek-proyek mendatang,” paparnya.

Arifin juga menambahkan, bahwa pemanfaatan gas dalam negeri juga sejalan dengan mandat industri hilir. Gas bumi domestik akan mendukung industri pengolahan nasional seperti Proyek Urea dan Amonia di Tangguh yang bersumber dari Genting.

“Kawasan Industri Batang dan KEK Kendal didukung oleh lapangan gas terdekat dan gas akan diangkut melalui pipa transmisi gas Cirebon-Semarang,” pungkasnya (Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas hingga Irak

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) resmi menjalin kerja...

Iduladha 2026, Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Group menyalurkan lebih dari 4.400 hewan kurban pada perayaan...

PTK Tebar Hewan Kurban Saat Iduladha 2026, Operasional Distribusi Energi Tetap Jalan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memastikan layanan logistik energi tetap...

Jelang Idul Adha, Pertamina dan Pemkot Samarinda Sidak SPBE LPG 3 Kg

Samarinda, Situsenergi.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama Pemerintah Kota Samarinda...